
Bupati Kapuas komit perkuat sinergi mengoptimalkan PAD dari pertambangan

Kuala Kapuas (ANTARA) - Bupati Kapuas, Kalimantan Tengah Muhammad Wiyatno beserta satuan organisasi perangkat daerah di kabupaten setempat, telah berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah provinsi dalam mewujudkan pengelolaan sumber daya alam yang transparan, berkelanjutan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Komitmen memperkuat sinergi itu juga salah satu upaya mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pertambangan, kata Wiyatno di Kuala Kapuas, Rabu.
“Dengan begitu,PAD Kapuas dapat meningkat secara signifikan dan mampu mendukung program pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
Orang nomor satu di lingkup Pemkab Kapuas itu membenarkan bahwa dirinya ikut menghadiri Rapat Koordinasi Optimalisasi PAD Sektor Pertambangan tingkat Kalteng tahun 2025, yang dipimpin langsung oleh Gubernur Agustiar Sabran di Palangka Raya.
Dia mengatakan dilaksanakannya rakor optimalisasi PAD itu merupakan langkah strategis dalam mendorong dan meningkatkan sinergi pemprov dan pemkab maupun pemkot optimalisasi PAD dari sektor pertambangan.
“Kami berharap melalui rakor ini, seluruh kegiatan pertambangan di Kapuas dapat berjalan sesuai regulasi dan tetap menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Wiyatno.
Sebelumnya, rakor yang dipimpin langsung Gubernur Kalteng Agustiar Sabran bertujuan untuk meningkatkan PAD melalui pengelolaan sumber daya alam (SDA) sektor pertambangan secara bijak dan berkelanjutan guna mendukung kesejahteraan masyarakat.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyoroti penurunan Dana Transfer dari pusat selama 8 bulan kepemimpinannya, sangat berdampak pada penerimaan daerah. Oleh karena itu, ia menekankan perlunya langkah-langkah nyata dan terukur melalui sinergi dengan strategi sektor seperti pertambangan untuk memperkuat basis pendapatan daerah.
“Semua pihak harus bersinergi mendukung visi pembangunan Kalteng yang fokus pada kesejahteraan masyarakat Dayak dan seluruh warga Kalteng menuju Indonesia Emas 2045,” harapnya.
Dirinya juga meminta perusahaan pertambangan mematuhi kewajiban pajak daerah, seperti Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (berplat KH), Pajak Air Permukaan, Pajak Alat Berat, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, dan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan.
Baca juga: Tim OPAD Kapuas jemput bola optimalkan PAD ke perusahaan tambang
Selain itu, perusahaan diminta membeli BBM melalui Wajib Pungut (WAPU) resmi Kalteng, memprioritaskan tenaga kerja lokal, menjalankan program CSR yang bermanfaat, menggunakan kendaraan berplat KH, menggunakan material galian C berizin, membuka rekening di Bank Kalteng, serta melaporkan data alat berat secara berkala.
“Pembangunan daerah harus menyeluruh, tidak hanya memperbaiki infrastruktur seperti jalan, tetapi juga memperkuat pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para bupati/wali kota, agar tegas menegakkan aturan pajak dan membentuk Satgas Optimalisasi PAD dengan anggaran terbatas dan sarana operasional.
"Saya siap mendukung penuh upaya tersebut.PAD dengan dukungan anggaran dan sarana operasional. Gubernur menyatakan siap mendukung penuh upaya tersebut," demikian Agustiar.
Baca juga: Pemkab Kapuas bersinergi dengan Pemprov Kalteng meningkatkan PAD
Baca juga: Pemkab Kapuas dan DPRD menyetujui KUA-PPAS 2026
Baca juga: Pemkab Kapuas evaluasi pelayanan PBG
Pewarta : All Ikhwan
Editor:
Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
