Palangka Raya (ANTARA) - Legislator Kalimantan Tengah (Kalteng) Wengga Febri Dwi Tananda mengakui pelaksanaan program unggulan pemerintah daerah, terkhusus Gubernur Agustiar Sabran akan mengalami hambatan meski terjadi penurunan anggaran.
Salah satu unggulan daerah yang cukup menjadi sorotan yakni satu rumah satu sarjana karena memerlukan dukungan anggaran, kata Febri di Palangka Raya, kemarin.
"Jadi, kami selalu koordinasi dengan pemerintah demi memastikan program ini berjalan efektif dan tepat sasaran," ucapnya.
Anggota Komisi III DPRD Kalteng itu menilai, program di bidang pendidikan yang digagas oleh Gubernur Agustiar itu memegang peran penting menciptakan masyarakat cerdas, mandiri, dan berdaya saing tinggi di era modern.
Untuk itu, dia menyebut DPRD Kalteng selaku lembaga perwakilan rakyat, berkewajiban memastikan program itu terealisasi sesuai agenda pembangunan.
"Kami melihat apa upaya konkret pemerintah. Programnya sudah bagus, jadi tinggal bagaimana pelaksanaannya saja. Kami di DPRD memastikan soal kebijakan dan anggaran akan didukung," kata Febri.
Politikus Partai Gerindra ini menambahkan, melalui program unggulan tersebut pemerintah daerah memberi berbagai bentuk dukungan, termasuk beasiswa, kemudahan akses pendidikan, dan kerja sama dengan perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Diharapkan melalui program ini angka partisipasi pendidikan tinggi di Kalteng dapat meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Ia optimistis, keberhasilan program tersebut akan membawa dampak besar bagi pembangunan daerah di berbagai sektor.
"Kunci kemajuan daerah terletak pada kualitas manusianya. Jika satu rumah melahirkan satu sarjana, maka kita sedang membangun fondasi kuat untuk ke depan," demikian Febri.
