
Revitalisasi dan digitalisasi pendidikan di Kalteng tak hanya tampak pada 'angka'

Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memacu pembangunan sektor pendidikan hingga terlaksana secara merata baik di perkotaan maupun pelosok perdesaan.
Melalui Dinas Pendidikan (Disdik), hal ini diwujudkan melalui pengimplementasian revitalisasi dan digitalisasi pendidikan ataupun pembelajaran.
"Maka dalam upaya ini kami tak berhenti pada infrastruktur saja, tetapi juga membangun sistem pemantauan dan evaluasi yang terintegrasi melalui aplikasi Pena Kalteng," kata Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo dalam keterangan yang diterima di Palangka Raya.
Baca juga: Disdik dorong dunia pendidikan dukung pembangunan berkelanjutan
Edy menjabarkan, aplikasi ini memuat data keberadaan dan kondisi sekolah-sekolah yang menjadi kewenangan provinsi, yakni SMA, SMK, hingga SKh.
Dia menegaskan, melalui Pena Kalteng, pemerintah dapat memantau profil satuan pendidikan hingga ke level sekolah, sekaligus membuka ruang saran dan masukan dari berbagai kalangan sebagai bahan evaluasi dan monitoring.
"Maka revitalisasi dan digitalisasi di dunia pendidikan ini tidak hanya tampak pada angka, tetapi dapat ditelusuri dampaknya melalui data," jelasnya.
Baca juga: Disdik Kalteng: CKG dukung terwujudnya generasi muda sehat
Ia menegaskan, kekayaan sumber daya alam (SDA) Kalteng harus berjalan seiring dengan penguatan sumber daya manusia (SDM).
Oleh karenanya Kalteng menempatkan pendidikan, revitalisasi satuan pendidikan, dan digitalisasi pembelajaran sebagai instrumen kunci dalam menciptakan generasi yang siap bersaing di level nasional maupun global.
Baca juga: Gubernur tekankan pentingnya tanamkan nilai Huma Betang bagi generasi muda
Baca juga: Peserta didik di Kalteng diperkaya dengan sertifikat kompetensi tambahan
Baca juga: Pemprov Kalteng jadikan revitalisasi satuan pendidikan sebagai instrumen kunci
Pewarta : Adi Wibowo
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
