Logo Header Antaranews Kalteng

Disdik dorong dunia pendidikan dukung pembangunan berkelanjutan

Minggu, 16 November 2025 23:52 WIB
Image Print
Pelajar SMAN 1 Kuala Kurun aktif dalam program Bank Sampah Barasih. (ANTARA/HO-Disdik Kalteng)

Palangka Raya (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong dunia pendidikan setempat mendukung pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan.

"Hal ini dapat dilakukan dengan menumbuhkan kesadaran dan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng Reza Prabowo di Palangka Raya.

Pembangunan berkelanjutan merupakan tahapan pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini, tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang dalam memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

Konsep ini berupaya menyeimbangkan tiga pilar utama meliputi ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup yang sering disebut sebagai pilar pembangunan berkelanjutan.

Tujuan utamanya adalah menciptakan pembangunan yang sadar dan terencana agar tercipta keutuhan lingkungan, keselamatan, kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup baik bagi generasi sekarang maupun masa depan.

Baca juga: Wagub Kalteng paparkan kesuksesan digitalisasi pembelajaran di panggung nasional

Berbagai program dan kegiatan diharap dapat dilaksanakan sekolah untuk mengarahkan peserta didik terhadap hal itu. Salah satunya melalui pendidikan lingkungan, seperti yang diterapkan SMAN 1 Kuala Kurun dengan menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, tertib, dan berwawasan ekologis.

Hal ini dilaksanakan melalui program Bank Sampah Barasih (Bagus, Rapi, dan Bersih), hingga pada akhirnya sekolah ini berhasil mengelola sampah secara produktif sekaligus memberi nilai ekonomi bagi warganya.

‎Kepala SMAN 1 Kuala Kurun, Batuah, menjelaskan program ini lahir dari kepedulian terhadap permasalahan sampah yang semakin meningkat di lingkungan sekolah. Dengan jumlah siswa mencapai 911 orang serta 53 guru dan staf, pengelolaan sampah menjadi tantangan tersendiri.

Bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunung Mas untuk membentuk Bank Sampah Barasih dan tim pengelola kompos bernama Baguna. Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada kebersihan, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab dan peduli lingkungan kepada seluruh siswa.

‎“Melalui bank sampah dan tim kompos ini, kami berharap budaya bersih dan peduli lingkungan dapat tumbuh kuat dalam diri peserta didik. Selain itu, sampah bisa ditekan, lingkungan sekolah semakin asri, serta terjalin sinergi antara sekolah dan pemerintah daerah,” ujar Batuah.

Baca juga: Mendikdasmen: Kebijakan Pemprov Kalteng di bidang pendidikan selaras dengan pusat

Baca juga: Berikut lima peserta terbaik dalam Olimpiade Bahasa Jerman di Kalteng

Baca juga: Disdik Kalteng tekankan pentingnya penguasaan bahasa asing di era globalisasi



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026