
Bupati Barito Utara minta 1.441 PPPK paruh waktu tingkatkan pelayanan publik

Muara Teweh (ANTARA) - Bupati Barito Utara,Kalimantan Tengah, Shalahuddin meminta sebanyak 1.441 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan tetap amanah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
"Penyerahan SK bukan sekadar pengukuhan status kepegawaian, namun merupakan komitmen moral dan profesional bagi seluruh PPPK," kata Shalahuddin di Muara Teweh, Kamis.
Menurut dia, pengangkatan sebagai PPPK paruh waktu terdiri atas 1.277 tenaga teknis dan 164 tenaga guru diharapkan tetap menjadi profesionalisme.
"PPPK bukan diukur dari lamanya jam kerja, tetapi dari kesungguhan, tanggung jawab, dan hasil kerja yang dapat dipertanggungjawabkan," tegas Shalahuddin.
Kepada seluruh PPPK,katanya, agar mematuhi peraturan, menjaga integritas, serta menjauhi tindakan yang dapat merugikan masyarakat maupun instansi.
Selain itu para pegawai untuk adaptif terhadap dinamika birokrasi serta terus meningkatkan kompetensi.
“Jangan pernah merasa puas. Teruslah belajar, berinovasi, dan beradaptasi. Berikan yang terbaik bagi Kabupaten Barito Utara,” ujarnya.
Baca juga: Shalahuddin tegaskan tetap fokus membangun Barito Utara
Baca juga: Shalahuddin harapkan 34 calon jamaah umrah menjadi mabrur
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Barito Utara Sri Hartati menyampaikan apresiasi atas penyerahan SK tersebut, BKPSDM berkomitmen dalam mendukung peningkatan kualitas ASN daerah.
“Kami berharap PPPK paruh waktu yang menerima SK hari ini dapat bekerja profesional, menjunjung disiplin, dan menjadi bagian penting dalam peningkatan layanan publik daerah,” kata Sri Hartati.
Baca juga: MUI Barut siap bersinergi dengan pemerintah berikan informasi pembangunan
Baca juga: Shalahuddin: Pengabdian guru merupakan cahaya menuntun masa depan bangsa
Baca juga: Pemkab Barito Utara komitmen sukseskan program Koperasi Merah Putih
Pewarta : Kasriadi
Editor:
Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
