Subsektor aplikasi dan game paling diburu investor asing

id Teuku Riefky Harsya,Subsektor aplikasi, dan game paling, diburu investor, asing, kalteng

Subsektor aplikasi dan game paling diburu investor asing

Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya (kiri) bersama Wakil Menteri Ekraf Irene Umar (kanan) menjawab pertanyaan saat Laporan Tahunan 2025 Kementerian Ekonomi Kreatif di Jakarta, Senin (22/12/2025). Kementerian Ekonomi Kreatif memaparkan kinerja tahun 2025 hingga triwulan IIl dengan capaian realisasi investasi sektor ekonomi kreatif tembus Rp132 triliun atau 97 persen dari target tahun 2025 sebesar Rp136,3 triliun. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nym. (ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan subsektor aplikasi menjadi salah satu dari 7 subsektor prioritas arahan Presiden yang cukup diminati investor internasional.

“Aplikasi menjadi penerima investasi tertinggi pada triwulan 1-3 tahun 2025. Hal ini menunjukkan tren positif pertumbuhan sektor kreativitas berbasis digital di Indonesia,” kata Riefky dalam acara Ekraf Annual Report 2025 di Jakarta, Senin.

Subsektor aplikasi tersebut meliputi fintech, e-commerce, aplikasi berbasis AI, aplikasi entertainment, dan lain sebagainya. Data dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM yang diolah Kemenekraf, pada triwulan 1-3 tahun 2025, investasi pada subsektor aplikasi mencapai Rp40,94 triliun.

Deputi Bidang Pengembangan Strategis Cecep Rukendi menambahkan pengembangan aplikasi menjadi yang juga banyak dipilih generasi muda sebagai lapangan pekerjaan dan bisa jadi tolok ukur tren industri kreatif yang berkembang di Indonesia, diikuti dengan subsektor games.

“Demikian juga di ekspor, sampai triwulan tiga ini yang naik itu games, yang tadinya kan kuliner, fashion, kriya, lalu penerbitan, nah sekarang itu justru penerbitan dikalahkan oleh games,” kata Cecep.

Investasi terbanyak diikuti 7 subsektor lainnya yakni fashion Rp26 triliun, kriya Rp22,37 triliun, dan kuliner Rp20,38 triliun. Ada juga musik mendapatkan investasi sebanyak Rp4,25 triliun, game developer Rp1,86 triliun dan film, animasi, video sebanyak Rp1,64 triliun.

Total investasi pada industri ekonomi kreatif sekitar Rp132 triliun dengan dominasi 5 negara terbesar yaitu Singapura, Hong Kong, Amerika, Korea Selatan, dan Tiongkok. Dari sisi provinsi, investor masih terkonsentrasi pada Pulau Jawa.

“Ke depannya kami akan mendorong investasi ekraf ke provinsi lainnya di luar Jawa. Rencana ini sudah kami tuangkan di dalam Rancangan Perpres Rindekraf 2026-2045 dan Strategi Penguatan Kelembagaan Ekraf di Daerah,” kata Riefky.


Pewarta :
Editor : Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.