Logo Header Antaranews Kalteng

Neuralink mulai produksi massal implan otak tahun 2026

Senin, 5 Januari 2026 13:08 WIB
Image Print
Tampilan implan chip dari Neuralink. (ANTARA/situs web Neuralink)

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan rintisan antarmuka otak-komputer Neuralink telah membuat kemajuan besar dalam beberapa tahun terakhir, dan ambisinya kini semakin besar.

CEO Elon Musk mengatakan Neuralink berencana memulai produksi dalam jumlah besar untuk implan antarmuka otak–komputer pada tahun ini. Langkah ini menandai tahap penting untuk memperluas penggunaan teknologi tersebut melampaui uji coba awal, lapor Indianexpress, Minggu.

Dalam unggahan di platform X (sebelumnya Twitter), Musk menyebut Neuralink berencana beralih ke prosedur operasi yang lebih sederhana dan hampir sepenuhnya otomatis pada 2026. Ia menambahkan bahwa implan Neuralink akan dirancang untuk menembus dura tanpa perlu mengangkat lapisan tersebut.

Sebagai informasi, dura, kependekan dari dura mater, adalah lapisan pelindung terluar otak yang kuat, yang berfungsi melindungi otak dari infeksi dan cedera fisik. Implan Neuralink dirancang untuk membantu orang dengan kondisi seperti cedera tulang belakang.

Dengan implan ini, pasien dengan keterbatasan fisik dapat bermain gim video, menjelajah internet, membuat unggahan di media sosial, dan bahkan mengendalikan kursor mouse.

“Neuralink akan mulai produksi massal perangkat antarmuka otak–komputer dan beralih ke prosedur operasi yang lebih sederhana dan hampir sepenuhnya otomatis pada 2026. Benang perangkat akan menembus dura tanpa perlu mengangkatnya. Ini adalah hal yang sangat besar,” tulis Elon Musk dalam unggahannya pada 31 Desember 2025.

Pada November tahun lalu, Neuralink mengumumkan bahwa mereka telah menanamkan chip otak pada 12 orang dengan kelumpuhan berat. Noland Arbaugh, pasien pertama yang menerima implan tersebut, mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa chip itu memungkinkannya bermain Mario Kart, mengendalikan televisi, serta mengoperasikan peralatan rumah tangga tanpa harus menggerakkan bagian tubuh mana pun.

Dalam unggahan terpisah di X, Elon Musk juga menyatakan keyakinannya bahwa implan Neuralink dapat membantu memulihkan fungsi tubuh secara penuh.

“Neuralink pada dasarnya dapat menjembatani komunikasi dari korteks otak, melewati bagian leher atau tulang belakang tempat saraf mengalami kerusakan,” katanya.

Teknologi korteks motorik ini pertama kali diumumkan pada 2022. Chip tersebut, yang diberi nama N1, memiliki 1.024 elektroda yang terhubung ke otak melalui 64 benang.



Pewarta :
Editor: Nano Ridhansyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026