Logo Header Antaranews Kalteng

Tragedi pinjol, pemuda asal Sumatera di Palangka Raya nekat akhiri hidup

Sabtu, 10 Januari 2026 22:18 WIB
Image Print
Tim Inafis bersama tim relawan pada saat mengevakuasi jasad korban dari barak, di Jalan Pattimura, Kota Palangka Raya, Sabtu (10/1/2026). ANTARA/Dokumentasi pribadi.

Palangka Raya (ANTARA) - Diduga akibat terjerat pinjaman online (pinjol), seorang pemuda berinisial ABPN (22) nekat mengakhiri hidup dengan seutas tali skipping di dalam baraknya, di Jalan Pattimura, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Sabtu (10/1) malam.

"Benar kami menerima laporan adanya warga yang gantung diri di dalam barak," kata Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya, AKP Eka Palti Arie Putra Hutagaol, usai mengevakuasi jasad korban.

Dia mengungkapkan, peristiwa bermula pada saat rekan korban curiga terhadap kondisi korban yang telah tidak masuk kerja sejak Senin (5/1/2026) serta tidak membalas pesannya.

Baca juga: Cekcok hingga pengaruh alkohol, keponakan tega bunuh pamannya di Palangka Raya

Kemudian ia berinisiatif untuk menghubungi kakak korban yang berada du Pulau Sumatera, untuk memastikan keberadaan dan kondisi korban.

"Jadi kakak kandung korban pun tidak mengetahui kondisi korban dan berinisiatif untuk menghubungi pemilik kos dan memeriksa kondisi korban di dalam barak," ucapnya.

Eka melanjutkan, pemilik kos bersama korban kemudian berusaha membuka pintu kamar korban menggunakan kunci cadangan dari pemilik kos.

Baca juga: Saling bela anak, dua orang tua nyaris adu jotos di Palangka Raya

Pada saat pintu berhasil dibuka, mereka dibuat kaget dengan kondisi korban yang telah tergantung di seutas tali skipping di depan jendelan yang berada di samping pintu.

"Kemudian mereka melaporkan ke kami dan kami lakukan evakuasi serta mengumpulkan barang-barang bukti," ujarnya.

Eka menjelaskan, di dalam barak korban pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa telepon genggam, obat-obatan korban hingga buku catatan korban.

Baca juga: Nahas! Remaja di Palangka Raya tewas usai hantam pikap

Di dalam buku catatan korban, ditemukan tulisan tentang hidup korban yang mendapat permasalahan di tempat kerja, trauma masa kecil hingga terjerat pinjol.

Jasad korban kemudian dibawa ke RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya untuk dilakukan visum.

"Berdasarkan hasil visum, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 5-6 jam sebelum ditemukan," demikian Eka.

Baca juga: OJK hentikan ratusan aktivitas pinjol dan investasi ilegal

Baca juga: Pemberantasan judol dan pinjol libatkan semua kementerian

Baca juga: OJK blokir 5.000 lebih entitas pinjol ilegal di Indonesia



Pewarta :
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026