Logo Header Antaranews Kalteng

Disparbudpora Palangka Raya dorong kolaborasi atasi konflik internal

Kamis, 22 Januari 2026 18:53 WIB
Image Print
Kepala Bidang Pemasaran Disparbudpora Palangka Raya, Cecilia Christina Myria. ANTARA/Ronny NT

Palangka Raya (ANTARA) - Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olah Raga (Disparbudpora) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah berharap, agar berbagai kekurangan pada destinasi wisata di wilayah tersebut dapat segera diatasi melalui kolaborasi semua pihak, termasuk masyarakat, kelompok masyarakat, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan pelaku UMKM di sekitar lokasi wisata.

Menurut Kepala Bidang Pemasaran Disparbudpora Palangka Raya, Cecilia Christina Myria di Palangka Raya, Kamis, keberadaan destinasi wisata yang sudah ada akan sia-sia jika tidak berfungsi optimal hanya karena konflik internal.

"Sayang sekali kalau lokasi destinasi wisata itu sudah ada, tetapi tidak bisa difungsikan dengan baik hanya karena konflik-konflik internal," ujarnya Cecilia.

Baca juga: Melestarikan warisan "Getah Nyatu" Kalteng meski bahan baku mulai langka

Ia menjelaskan bahwa konflik internal tersebut melibatkan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat sekitar, kelompok masyarakat, serta UMKM di lokasi wisata.

Upaya mencari solusi menjadi prioritas agar destinasi wisata dapat memberikan kontribusi besar bagi perekonomian daerah, khususnya menghidupkan roda ekonomi masyarakat sekitar melalui UMKM.

"Yang pasti, saya berharap lokasi-lokasi wisata ini memberikan kontribusi besar bagi masyarakat Kota Palangka Raya, terutama masyarakat di sekitar lokasi wisata. Jadi, bagaimanapun kita ingin agar masyarakat juga bisa mendukung program kita," tambahnya.

Baca juga: UMKM kerajinan rotan Palangka Raya siap bersaing di pasar internasional

Saat ini, terdapat 44 destinasi wisata di Kota Palangka Raya, termasuk yang dikelola pemerintah, swasta, masyarakat, serta agrowisata seperti kebun buah petik.

Hanya dua destinasi yang masih dikelola langsung oleh pemerintah kota, yaitu Wisata Air Hitam Kereng Bangkirai dan Sei Gohong.

Namun ke depanya, pihak pemerintah akan terus berupaya memaksimalkan dan mengelola destinasi-dstinasi wisata yang betul-betul pure (murni) untuk dikembangkan.

Baca juga: UMKM Palangka Raya siap ekspor produk limbah kayu bernuansa Dayak

Sisanya dikelola oleh masyarakat atau swasta, dan jumlahnya terus bertambah.

Ia menekankan pentingnya rasa memiliki masyarakat terhadap destinasi wisata tersebut.

"Sehingga mereka juga dapat merasakan dari kemajuan tersebut. Dan kita juga merasa terbantukan. Jadi mereka juga bisa mendapatkan taraf hidup yang baik dari kemajuan dari wisata itu," katanya.

Harapan ke depan, sektor pariwisata menjadi salah satu pilar kuat dalam memajukan perekonomian Kota Palangka Raya.

Baca juga: Sebanyak 17 UMKM Palangka Raya ekspor produk ke Selandia Baru

Dengan kolaborasi yang baik, komunikasi yang efektif, dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan Kota Palangka Raya semakin "keren" sebagai destinasi wisata unggulan.

Dalam kesempatan tersebut, Disparbudpora Palangka Raya mendapat kunjungan dari pengusaha asal New Zealand, yang membuka peluang pengembangan lebih lanjut, termasuk potensi peningkatan destinasi bagi wisatawan mancanegara.



Pewarta :
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026