Logo Header Antaranews Kalteng

Perumdam Tirta Lamandau berhasil balikkan kerugian jadi laba

Kamis, 29 Januari 2026 17:31 WIB
Image Print
Rangkaian TOP BUMD Awards 2026 yang mengusung tema “Inovasi BUMD dalam Pembangunan Berkelanjutan". (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)

Nanga Bulik (ANTARA) - Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Lamandau berhasil membalikkan kinerja keuangan dari merugi menjadi laba pada tahun buku 2025, seiring dengan perbaikan layanan dan penguatan tata kelola perusahaan.

Direktur Perumdam Tirta Lamandau Zulkarnain mengatakan, capaian tersebut menjadi tonggak penting sejak perusahaan berdiri, setelah selama bertahun-tahun mencatatkan kerugian.

“Sejak 2020 kami secara konsisten menurunkan tingkat kerugian setiap tahun. Dengan efisiensi, optimalisasi kinerja, serta dukungan penyesuaian tarif pada akhir 2024, pada 2025 kami untuk pertama kalinya berhasil mencatatkan laba,” ujar Zulkarnain.

Hal itu dia sampaikan saat pemaparan dan penjurian TOP BUMD Awards 2026 di Graha 45 Jakarta, Rabu (28/1). Pada 2025, Perumdam Tirta Lamandau membukukan laba sebesar Rp1,9 miliar, berbalik dari kondisi sebelumnya yang masih mengalami kerugian sebesar minus Rp331,1 juta. Selain itu, arus kas perusahaan juga terus menunjukkan pertumbuhan positif, mencerminkan fondasi keuangan yang semakin sehat dan mandiri.

Sejalan dengan perbaikan keuangan, kinerja pelayanan kepada pelanggan turut meningkat. Jumlah sambungan langganan naik dari 4.797 menjadi 5.077 pelanggan. Cakupan layanan teknis meningkat dari 22,32 persen menjadi 23,34 persen, sementara cakupan administrasi naik dari 11,67 persen menjadi 12,18 persen.

Tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) berhasil ditekan dari 24,24 persen menjadi 23,39 persen. Kontinuitas layanan juga terjaga dengan rata-rata jam layanan harian mencapai 22–23 jam. Efektivitas penagihan berada di atas 97 persen, yang turut mendukung stabilitas arus kas perusahaan.

Baca juga: DJPb: Program MBG di Kalteng jangkau 186.711 penerima manfaat

Berdasarkan evaluasi kinerja oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Perumdam Tirta Lamandau secara konsisten berada dalam kategori “Sehat” sejak 2020. Skor kinerja meningkat dari 3,16 pada 2020 menjadi 3,31 pada evaluasi terbaru.

Zulkarnain menambahkan, pada penilaian tingkat kesehatan Perumdam tahun 2024, pihaknya meraih nilai 3,09 dengan Peringkat Nasional ke-10 serta Peringkat I Provinsi Kalimantan Tengah untuk kategori jumlah pelanggan hingga 10.000 sambungan langganan.

“Untuk tahun 2025, meskipun hasil penilaian resmi belum dirilis, kami optimistis kinerjanya akan tetap meningkat,” katanya.

Dalam mendukung peningkatan layanan, Perumdam Tirta Lamandau juga melakukan inovasi dan digitalisasi, termasuk keterlibatan aktif dalam Mal Pelayanan Publik Kabupaten Lamandau guna memudahkan masyarakat mengakses layanan pemasangan baru, pengaduan, dan pembayaran rekening air.

Di sisi internal, perusahaan memperkuat tata kelola melalui penerapan penilaian kinerja pegawai, peningkatan disiplin, pengembangan kompetensi, serta penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Inovasi teknis, seperti modifikasi penggunaan mesin sentrifugal yang lebih efisien, turut menekan biaya operasional tanpa mengurangi kualitas layanan.

Selain berorientasi pada kinerja usaha, Perumdam Tirta Lamandau tetap menjalankan fungsi sosial, antara lain melalui dukungan penyediaan air bersih saat musim kemarau, partisipasi dalam program sosial ketenagakerjaan dan kesehatan, serta kontribusi pajak kepada pemerintah daerah.

Capaian tersebut dipaparkan dalam rangkaian TOP BUMD Awards 2026 yang mengusung tema “Inovasi BUMD dalam Pembangunan Berkelanjutan”, sebuah ajang penghargaan bagi BUMD yang dinilai berprestasi dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

Baca juga: Kinerja APBN Kalteng solid dengan Pendapatan tumbuh 5,03 persen

Baca juga: OJK: Sektor Pasar Modal di Kalteng catatkan tren positif

Baca juga: Dislutkan Kalteng dan OJK bersinergi optimalkan pengembangan ekonomi biru



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026