Logo Header Antaranews Kalteng

Bupati Kotim instruksikan kepala OPD siaga hadapi karhutla

Jumat, 30 Januari 2026 17:58 WIB
Image Print
Bupati Kotim Halikinnor saat menyampaikan sambutan di depan segenap pejabat daerah di lingkungan pemerintah daerah setempat, Jumat (30/1/2026). ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah Halikinnor menginstruksikan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bersiaga untuk mendukung pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kepada kepala perangkat daerah saya minta agar tetap siaga sewaktu-waktu jika diperlukan dukungannya dalam pengendalian karhutla,” kata Halikinnor di Sampit, Jumat.

Hal ini ia sampaikan di depan para pejabat eselon II, eselon III, eselon IV dan administrator pada acara pelantikan dan pengambilan sumpah/jabatan di lingkungan Pemkab Kotim.

Instruksi ini menyusul munculnya sejumlah titik panas (hot spot) dan kejadian karhutla di beberapa wilayah Kotim. Bahkan, Pemkab Kotim juga telah menetapkan status siaga bencana karhutla selama 30 hari, yang berlaku 23 Januari - 21 Februari 2026.

Halikinnor menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor harus diperkuat demi menjaga stabilitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Sehubungan dengan kondisi dan situasi Kotim saat ini di mana sudah ada beberapa titik hot spot Karhutla, marilah kita bersama-sama menjaga lingkungan sejak dini,” ujarnya.

Orang nomor satu di Kotim menekankan pentingnya melakukan pencegahan sedini mungkin agar dampak buruk karhutla tidak meluas. Ia tidak ingin tragedi kabut asap pekat yang pernah melumpuhkan aktivitas warga di masa lalu kembali terulang.

Baca juga: DPRD Kotim berharap pejabat baru ciptakan inovasi dan perkuat sinergi

Oleh karena itu, ia meminta seluruh pimpinan perangkat daerah tidak lengah. Setiap OPD diharapkan memiliki kesiapan personel maupun sarana prasarana yang bisa dikerahkan sewaktu-waktu jika kondisi di lapangan memburuk.

"Lakukan pencegahan sehingga kejadian kabut asap tebal seperti dahulu tidak terulang lagi. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk memastikan udara di Kotawaringin Timur tetap bersih dan sehat," pungkasnya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim menyampaikan meningkatnya jumlah hot spot dan karhutla terjadi seiring dengan peralihan musim hujan ke musim kemarau yang ditandai dengan menurunnya intensitas curah hujan.

“Kondisi ini tidak hanya menyebabkan potensi kebakaran meningkat, tetapi juga berdampak pada ketersediaan air bersih di beberapa wilayah Kotim,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam.

Dalam sepekan terakhir, setidaknya sudah dua desa yang mengajukan permohonan pasokan air bersih, yakni Desa Bagendang Permai Kecamatan Mentaya Hilir Utara dan Desa Regei Lestari Kecamatan Teluk Sampit.

BPBD Kotim pun telah membantu memasok air bersih kedua desa tersebut masing-masing 22.000 liter.

Sebenarnya pemerintah daerah sudah memperluas instalasi air bersih melalui Perumdam Tirta Mentaya hingga ke Desa Parebok Kecamatan Teluk Sampit. Namun tidak semua warga yang berlangganan air bersih dari perusahaan milik daerah tersebut, sehingga mereka kesulitan air bersih saat kemarau.

“Untuk saat ini baru dua desa tersebut yang mengajukan permintaan air bersih. Jika memang ada permintaan, maka BPBD siap menyalurkan pasokan air bersih,” demikian Multazam.

Baca juga: Pemkab Kotim siapkan 120 stan untuk Pasar Ramadhan 2026

Baca juga: Bupati Kotim lantik sejumlah pejabat hasil lelang JPT Pratama

Baca juga: Sudah dua desa di Kotim minta bantuan pasokan air bersih



Pewarta :
Editor: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026