Logo Header Antaranews Kalteng

Mau jago foto? Hitam Putih Borneo siapkan kelas fotografi gratis

Jumat, 6 Februari 2026 13:34 WIB
Image Print
Ketua Hitam Putih Borneo, Okta Wahyu saat diwawancarai di Palangak Raya, Jumat (6/2/2026). ANTARA/Ronny

Palangka Raya (ANTARA) - Komunitas fotografi Hitam Putih Borneo Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mengajak masyarakat dan sekitarnya yang berminat mendalami dunia fotografi untuk bergabung dalam Kelas Foto Borneo, sebuah wadah belajar bersama secara gratis guna mengasah kemampuan berkarya.

Ketua Hitam Putih Borneo, Okta Wahyu di Palangka Raya, Jumat, menyampaikan informasi lengkap seputar kelas tersebut dapat diakses melalui akun Instagram @kelasfotoborneo.

"Kelas kami terbuka untuk umum dan siapa saja tanpa biaya sama sekali. Jika nanti ada kontribusi sukarela, itu sepenuhnya untuk kemajuan bersama," katanya.

Baca juga: Literasi digital Kalteng makin mudah dengan aplikasi Huma Betang

Hingga kini, kelas ini telah meluluskan delapan angkatan dengan peserta dari berbagai latar belakang, termasuk siswa SMA sebagai peserta termuda.

“Kami mengajak semua untuk berkembang bersama. Materi diajarkan mulai dari dasar-dasar fotografi, seperti pengoperasian kamera, pengaturan ISO, komposisi, hingga teknik pencahayaan,” ujar Okta.

Proses pembelajaran berlangsung intensif layaknya perkuliahan, dengan durasi 3–6 bulan. Kelas hanya digelar pada hari Sabtu dan Minggu demi menyesuaikan kesibukan para peserta maupun mentor.

Sejak dibuka pada 2014, Kelas Foto Borneo telah diikuti sekitar 30–40 siswa secara kumulatif, meski sempat terhenti pada 2013 karena kendala kesibukan pengelola. Program ini sepenuhnya gratis tanpa pungutan biaya apa pun.

Baca juga: "Workshop" Fotografi Jurnalistik digelar oleh Kantor Berita ANTARA di UGM

Ketua Hitam Putih Borneo, Okta Wahyu saat diwawancarai di Palangak Raya, Jumat (6/2/2026). Intern/Astrid Dwi Lestari/Ronny

Dikelola oleh delapan mentor termasuk Okta Wahyu sebagai ketua, pembelajaran dilakukan secara bertahap dan perlahan agar peserta dapat berkembang optimal.

Peserta tidak diwajibkan memiliki kamera mahal atau canggih karena yang terpenting adalah penguasaan skill.

Okta juga menekankan pentingnya latihan dengan skala rutin.

Baca juga: Pengelola Tebet Eco Park tegur komunitas fotografi diduga lakukan pungli ke pengunjung

“Untuk meningkatkan kemampuan, sering-seringlah memegang kamera dan mencoba memotret setiap hari. Lama-kelamaan, pemahaman tentang pengambilan gambar akan semakin matang,” katanya.

Melalui Kelas Foto Borneo, Okta berharap masyarakat 'Kota Cantik' Palangka Raya tidak ketinggalan dalam mengembangkan minat fotografi dibandingkan dengan daerah lain, sehingga dapat menghasilkan karya visual yang berkualitas dan bermakna.



Pewarta :
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026