
Bandara Haji Asan Sampit siap dilandasi pesawat Airbus A320

Sampit (ANTARA) - Bandara Haji Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah kini mengantongi Sertifikat Bandar Udara (SBU) dari Kementerian Perhubungan yang menyatakan kelayakan landasan untuk didarati pesawat berbadan besar jenis Airbus A320.
“Satu kabar yang menggembirakan, dari Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) kita sekarang sudah memiliki SBU yang menyatakan landasan kita bisa dilandasi pesawat A320,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kotim Raihansyah di Sampit, Senin.
Raihansyah menjelaskan, dengan dikantonginya SBU ini memungkinkan bandara yang sebelumnya hanya bisa dilandasi pesawat klasik, seperti Boeing 737-500, kini bisa menampung pesawat dengan ukuran lebih besar.
Artinya, ada lebih banyak pilihan pesawat yang bisa beroperasi dan menjadi angin segar bagi Bandara Haji Asan Sampit yang keberlangsungannya sempat terancam lantaran pesawat klasik tidak diproduksi lagi dan umur pakainya akan segera habis.
Ia menceritakan, SBU ini merupakan hasil perjuangan panjang sejak awal Agustus 2025, pihaknya bersama Bandara Haji Asan Sampit mengupayakan agar ada lebih banyak maskapai yang beroperasi di Bumi Habaring Hurung.
“Awalnya saya berpikir ketika melobi maskapai itu cukup sampai mendaratnya saja, ternyata banyak tahapan yang harus dilalui, bukan hanya tentang keselamatan,” ujarnya.
Raihansyah mengungkapkan terdapat empat tahapan krusial yang harus dipenuhi sebelum SBU bisa didapat dan maskapai baru benar-benar mendarat di Sampit, mulai dari aspek teknis hingga perhitungan bisnis.
Baca juga: Imlek, tokoh Khonghucu Sampit sebut Tahun Kuda Api momentum adaptasi dan akselerasi
Tahapan pertama dimulai dengan survei awal oleh tim operator maskapai. Tahap kedua, pemeriksaan tim teknis terkait ground handling, kesiapan tangga, hingga simulasi manuver parkir di apron agar tidak mengganggu area terminal.
“Tim teknis kemarin berkaitan dengan ground handling, persiapan tangga, parkir, lebar landasan, runway, panjang runway ini sudah secara teknis kemarin sudah memenuhi syarat,” jelasnya.
Tahap ketiga melibatkan tim maintenance dan engineering untuk memastikan prosedur darurat, misalnya lokasi yang disepakati untuk menjadi tujuan darurat jika terjadi hal mendesak, dalam hal ini Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya menjadi pilihan utama.
Selanjutnya, tahap keempat adalah verifikasi dari tim bisnis yang menghitung potensi rute agar penerbangan dari Sampit dapat terkoneksi langsung dengan kota-kota besar lainnya seperti Surabaya.
“Tim bisnis ini perhitungkan rute. Jadi mereka menghitung rute tidak hanya habis di Sampit, misalkan di Surabaya mereka bisa terkoneksi dengan ke beberapa kota,” tambahnya.
Meski SBU telah terbit, ia mengakui bahwa hasil penilaian teknis di lapangan masih belum sempurna. Ketebalan landasan atau Pavement Classification Number (PCN) masih kurang sekitar 5 cm, sehingga maskapai harus menyesuaikan jumlah muatan demi menjaga keamanan pendaratan.
Sebagai solusi sementara atau konsekuensi dari kurangnya ketebalan PCN tersebut, maka jumlah muatan atau bobot pesawat Airbus A320 hanya boleh 70-80 persen dari kapasitas maksimal, demi keamanan dan keselamatan pendaratan.
Baca juga: Rimbun soroti perjanjian ormas Mandau Talawang dan koperasi
“Dari segi panjang maupun lebar landasan sudah memenuhi standar, cuma kita masih kekurangan tebal PCN, sehingga konsekuensinya kalau pesawat Airbus mau mendarat di Sampit hanya 70-80 persen dari kapasitasnya,” paparnya.
Raihansyah menambahkan, selain kesiapan fisik, tim bisnis maskapai telah melakukan analisis rute agar penerbangan dari Sampit terkoneksi dengan kota-kota besar lainnya, seperti Surabaya, untuk memudahkan mobilitas masyarakat.
Pemerintah Daerah juga telah mempertemukan pihak maskapai dengan pelaku usaha, seperti agen travel umrah dan pengusaha lokal, untuk menjamin komitmen keterisian penumpang melalui jadwal penerbangan yang pasti.
“Kami juga sempat audiensi dengan Gubernur Kalteng bersama salah satu maskapai terkait pembukaan rute baru ini dan tanggapan beliau positif. Kata Gubernur, mau itu rute kemana pun selama itu masih untuk pembangunan Kalteng, silakan,” beber Raihansyah.
Informasi sementara yang ia terima, maskapai baru akan mulai beroperasi di Bandara Haji Asan Sampit sebelum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah. Bahkan, tempat layanan resmi maskapai tersebut telah tersedia di bandara satu-satunya di Kotim tersebut.
Kendati begitu, ia belum ingin mengungkapkan detail maskapai dan rute yang dibuka sebelum jadwal resmi dan penjualan tiket di aplikasi atau platform online seperti Traveloka keluar.
“Mudah-mudahan mohon doanya agar sebelum lebaran ini sudah beroperasional di Sampit, saat ini masih penataan untuk penjualan tiket," demikian Raihansyah.
Baca juga: DLH Kotim tingkatkan kolaborasi dukung Indonesia ASRI
Baca juga: DLH Kotim tingkatkan kolaborasi dukung Indonesia ASRI
Baca juga: Pemkab Kotim dorong kolaborasi sistem konvensional dan digital di PPM Sampit
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
