
Nestle gandeng mahasiswa cari solusi inovatif tantangan kemasan berkelanjutan di Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Nestlé Indonesia mengajak mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu di seluruh Indonesia untuk mencari solusi atas masalah kemasan yang berkelanjutan melalui ajang kompetisi bertajuk "#GreenGeneration Sustainability Business Case Competition".
"Hal yang paling menginspirasi kami saat ini adalah melihat semangat dan pemikiran kritis para mahasiswa yang selaras dengan tujuan kami. Mereka menghadirkan ide-ide berbasis riset yang tidak hanya memperkaya perspektif kami, tetapi juga mendorong kami untuk terus berkembang dan melangkah lebih jauh," kata Technical Director Nestlé Indonesia Antonio Prochilo dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.
Antonio menjelaskan kompetisi dimaksudkan untuk menjawab tantangan kemasan berkelanjutan di Indonesia yang tidak hanya terletak pada desain dan material, tetapi juga pada kesenjangan antara potensi daur ulang dan realitas pengelolaan sampah pasca-konsumsi.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), Indonesia menghasilkan lebih dari 37 juta ton sampah setiap tahun, dengan kemasan plastik menyumbang sekitar 19 persen dari total timbulan nasional.
Namun, tingkat daur ulang sampah baru mencapai sekitar 14 persen dan sekitar 40 persen sampah masih belum terkelola secara optimal.
Tantangan pasca-konsumsi tersebut juga berkaitan dengan kesiapan sistem dan kebiasaan pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga. Dari total sampah tahunan yang dihasilkan, SIPSN juga mencatat hanya 30 persen sampah yang dikelola melalui sistem formal pemerintah daerah, sementara sekitar 58 persen rumah tangga belum melakukan pemilahan sampah secara konsisten.
Kondisi ini menegaskan pentingnya pendekatan yang mengintegrasikan inovasi kemasan, penguatan sistem, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam aktivitas pengelolaan sampah.
Oleh karenanya, Nestle akan menggelar kompetisi bisnis bertajuk "Building Circular and Sustainable Systems for Everyday Products” yang dirancang untuk mendorong generasi muda menjadi agen perubahan dalam pengelolaan kemasan yang lebih sirkular dan bertanggung jawab.
"Kreativitas dan kedalaman analisis mereka membuktikan bahwa generasi penerus siap menjadi mitra strategis dalam menghadirkan solusi yang relevan, aplikatif, dan berdampak nyata bagi masa depan," katanya.
Puncak kompetisi telah diselenggarakan pada 16 Februari 2026 melalui presentasi final secara luring di hadapan dewan juri, yang terdiri atas Founder & CEO Waste4Change, M. Bijaksana Junerosano, CEO & Co-Founder Rekosistem, Ernest Layman; Chair of the Management Board Indonesia Packaging Recovery Organization, Reza Andreanto; serta Head of Packaging Nestlé Indonesia, Emiliana Yulianti.
Sebanyak lebih dari 3.600 mahasiswa dari berbagai latar belakang akademik di seluruh Indonesia tergabung dalam 1.355 tim dan mengikuti proses seleksi yang menitikberatkan pada kualitas ide, relevansi terhadap tantangan nasional, serta potensi implementasi.
Melalui tahapan tersebut, jumlah peserta mengerucut menjadi 20 tim finalis atau sekitar 60 mahasiswa, sebelum akhirnya dipilih lima tim terbaik yang mempresentasikan solusi mereka secara langsung pada babak final.
Melalui kompetisi ini, lima tim finalis terbaik #GreenGeneration memperoleh apresiasi berupa penghargaan serta dukungan pengembangan sebagai bentuk pengakuan atas ide dan solusi yang telah dikembangkan.
Pewarta : Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
