
Prompt Ramadhan di OpenAI melonjak 85 persen

Jakarta (ANTARA) - OpenAI mencatat peningkatan sebesar 85 persen dalam penggunaan prompt dengan topik Ramadhan di aplikasi ChatGPT oleh para pengguna di Indonesia pada Januari 2026.
Menurut OpenAI, peningkatan itu menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia kini semakin strategis dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk menyiapkan rencana produktivitas serta aktivitas spiritual selama bulan suci.
"Kami melihat ChatGPT telah menjadi teman yang memudahkan penggunanya dalam mengambil keputusan selama bulan suci," kata Kepala Komunikasi OpenAI Asia Tenggara Grace Chua dalam keterangan persnya pada Kamis.
Secara lebih spesifik, Grace menyebutkan bahwa prompt yang cukup sering digunakan oleh pengguna di Indonesia berkenaan dengan petunjuk atau kiat, seperti "cara praktis" atau "how to."
Menjelang bulan Ramadhan, kedua prompt tersebut banyak digunakan untuk memperoleh informasi mengenai penyiapan menu sahur dan buka puasa yang sehat, ide jualan, serta cara meningkatkan keuntungan bisnis selama Ramadhan.
Guna meningkatkan efektivitas pemanfaatan dukungan AI seperti ChatGPT dalam merencanakan kegiatan pada bulan Ramadhan, OpenAI membagikan beberapa kiat praktis menyiapkan prompt AI.
Untuk menyiapkan menu sahur dan buka puasa dengan bantuan AI, pengguna bisa memasukkan daftar bahan yang ada di kulkas, preferensi diet, anggaran belanja, serta tujuan kesehatan sejalan dengan saran tenaga kesehatan profesional.
Ketika semua data itu dimasukkan dengan lebih spesifik, AI seperti ChatGPT dapat memberikan rekomendasi menu yang lebih personal dan sesuai dengan kebutuhan.
Agar hasilnya lebih relevan, pengguna disarankan memberikan instruksi kepada AI untuk menyusun rencana makan mingguan yang sistematis.
Untuk mengoptimalkan produktivitas selama Ramadhan, pengguna juga dapat meminta AI untuk menyusun jadwal harian agar dapat disesuaikan dengan kegiatan ibadah, sahur, dan berbuka puasa.
Apabila menggunakan ChatGPT, pengguna bisa memilih Agent Mode untuk kebutuhan ini.
Mode ini dapat membantu menyusun skala prioritas tugas, merekomendasikan rutinitas yang realistis saat energi menurun, dan menyusun rencana olahraga ringan sebelum berbuka atau setelah shalat tarawih.
Agent Mode juga dapat membantu eksekusi berbagai pekerjaan, seperti melakukan riset, mengorganisir informasi, menyusun draft email, hingga menyiapkan dokumen penting.
Pengguna tinggal menyiapkan target yang spesifik dari setiap pekerjaan tersebut, lalu menetapkan batasan.
Dukungan AI juga dapat digunakan untuk mengoptimalkan pemanfaatan peluang menghasilkan pendapatan tambahan selama bulan Ramadhan sesuai dengan ketersediaan waktu, modal, dan keahlian pengguna.Dengan menyampaikan informasi tentang modal yang tersedia dan jadwal hariannya, pengguna bisa meminta AI membantu menyusun lini masa produksi hingga skenario harga serta mempertajam pesan pemasaran.
Pewarta : Livia Kristianti
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
