Logo Header Antaranews Kalteng

DPRD Kotim desak pengawasan ketat barang kadaluarsa jelang Idul Fitri

Jumat, 6 Maret 2026 15:53 WIB
Image Print
Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur Akhyannoor. ANTARA/Devita Maulina.

Sampit (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mendesak pemerintah daerah memperketat pengawasan pasar, khususnya terkait produk pangan kadaluarsa, jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

"Biasanya saat permintaan tinggi, ada saja oknum yang memanfaatkan situasi dengan menjual barang mendekati atau bahkan melewati masa kedaluwarsa. Ini yang harus kita cegah,” kata Ketua Komisi II DPRD Kotim Akhyannoor di Sampit, Jumat.

Akhyannoor menjelaskan, langkah ini penting guna menjamin keamanan konsumsi masyarakat dengan mencegah peredaran produk makanan maupun minuman yang tidak layak atau melewati masa berlakunya di tengah lonjakan permintaan pasar.

Ia pun mendorong agar inspeksi dadakan (sidak) segera dilakukan dengan menyasar seluruh lini perdagangan, mulai dari pusat perbelanjaan modern hingga pasar rakyat. Hal ini dinilai penting mengingat permintaan kebutuhan pokok biasanya meningkat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional.

"Kami minta dinas melakukan pengecekan menyeluruh. Jangan sampai masyarakat dirugikan karena kelalaian pengawasan," ujarnya.

Politisi Partai Gerindra tersebut meminta dinas terkait untuk tidak sekadar melakukan formalitas, melainkan memeriksa secara detail kondisi fisik kemasan dan tanggal kadaluarsa setiap produk di lapangan.

Ia juga mengingatkan agar pengawasan tidak tebang pilih. Toko-toko kecil di pemukiman dan lapak pasar tradisional wajib dipantau guna memberikan proteksi menyeluruh bagi seluruh warga Kotim.

Baca juga: Disiapkan 11 keberangkatan kapal untuk angkutan Lebaran di Pelabuhan Sampit

Selain pengawasan, Akhyannoor memberikan peringatan keras kepada para pelaku usaha untuk tetap mematuhi regulasi dan tidak mengejar keuntungan semata dengan mengabaikan keselamatan pembeli.

Jika ditemukan pelanggaran serius, pihak legislatif mendorong pemerintah daerah untuk memberikan sanksi tegas sesuai aturan guna memberikan efek jera bagi para pedagang yang nakal.

"Kita ingin masyarakat Kotim bisa berbelanja dengan tenang dan nyaman menjelang Lebaran. Keamanan pangan harus menjadi prioritas utama kita bersama," demikian Akhyannoor.

Baca juga: Polres Kotim siapkan strategi khusus amankan Lebaran

Baca juga: Masyarakat Bukit Santuai keluhkan sangat terbatasnya jangkauan jaringan telekomunikasi

Baca juga: Ketua PWI Kotim: Sanksi tegas menanti oknum wartawan pemeras



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026