
Polres Kotim siapkan strategi khusus amankan Lebaran

Sampit (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mematangkan strategi khusus untuk mengamankan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah melalui rapat koordinasi lintas sektoral.
“Makna Operasi Ketupat tahun ini paradigmanya berubah. Kita tidak hanya fokus pada arus mudik dan balik, tapi bagaimana menjaga kekhusyukan umat Islam dalam menjalankan ibadah sampai seluruh rangkaian selesai,” kata Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain di Sampit, Jumat.
Hal ini ia sampaikan usai memimpin rapat koordinasi (rakor) rakor lintas sektoral dalam rangka kesiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah hukum Polres Kotim yang melibatkan antara lain Kodim 1015/Sampit, Pemkab Kotim, FKUB, BMKG, Bandara Haji Asan Sampit hingga KSOP Kelas III Sampit.
Resky menjelaskan, rakor ini bagian dari persiapan Operasi Ketupat Telabang 2026 yang akan dimulai pada 13-25 Maret 2026. Fokus pengamanan tahun ini mencakup aspek keamanan, kelancaran lalu lintas, hingga stabilitas harga pangan.
Ia menyebut, bahwa pola pengamanan tahun 2026 ini mengalami perubahan paradigma. Fokus kepolisian tidak lagi hanya terpaku pada kelancaran arus mudik dan balik, tetapi juga menjamin kenyamanan seluruh rangkaian ibadah masyarakat.
“Dinamika yang menjadi diskusi kami tadi cukup banyak, terkait menghadapi situasi dan dinamika berkaitan dengan arus mudik, pelaksanaan Hari Raya, kemudian juga arus balik, baik dari segi keamanan, kamtibcarlantas dan Kamtibmas juga,” ujarnya.
Baca juga: DPRD Kotim tekankan fungsi pengawasan dan keseimbangan pembangunan
Untuk mendukung strategi tersebut, Polres Kotim menyiagakan delapan posko strategis yang terdiri dari dua pos terpadu, satu pos pelayanan (posyan) dan lima pos pengamanan (pospam). Pos-pos ini akan tersebar di titik vital seperti Bandara, Pelabuhan, dan Terminal Patih Rumbih.
Polres Kotim menyiapkan sebanyak 159 personel akan diterjunkan selama Operasi Ketupat Telabang 2026 berlangsung, ditambah dengan personel TNI, Satpol PP serta Dinas Perhubungan.
Berdasarkan data intelijen dan masukan dari pemangku kepentingan seperti BPBD serta BMKG, Polres telah memetakan titik rawan kecelakaan (lalu lintas), kemacetan hingga gangguan kamtibmas. Asesmen khusus juga dilakukan pada objek wisata yang diprediksi akan membludak.
“Kita sudah mendata wilayah rawan bersama instansi terkait. Pemerintah daerah juga akan menindaklanjuti hasil diskusi ini melalui rakor internal guna memastikan kesiapan moda transportasi laut maupun udara,” tambahnya.
Selain aspek keamanan fisik, Satgas Pangan juga akan bergerak memantau distribusi bahan pokok. Monitoring harian dilakukan di pasar tradisional dan distributor untuk mencegah kelangkaan serta lonjakan harga yang kerap terjadi menjelang hari besar.
Langkah konkret berupa operasi pasar rencananya akan digelar pada H-2 lebaran. Hal ini dilakukan guna mengintervensi pasar jika ditemukan adanya spekulan atau kenaikan harga yang tidak wajar di wilayah hukum Polres Kotim.
“Itulah upaya-upaya yang sudah maupun yang kami siapkan, semoga dengan perencanaan yang baik insyaallah seluruh kegiatan pada momentum Hari Raya Idul Fitri tahun ini berjalan dengan lancar,” demikian Resky.
Baca juga: Masyarakat Bukit Santuai keluhkan sangat terbatasnya jangkauan jaringan telekomunikasi
Baca juga: Ketua PWI Kotim: Sanksi tegas menanti oknum wartawan pemeras
Baca juga: Peluang usaha perikanan di Kotim sangat menjanjikan
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
