
Siapkan layanan penukaran uang baru, BI imbau masyarakat Kalteng waspada uang palsu

Palangka Raya (ANTARA) - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah Yuliansah Andrias menyatakan, pihaknya telah mempersiapkan layanan penukaran uang baru (rupiah layak edar, pecahan kecil) guna menyambut Hari Raya Idul Fitri tahun 2026.
Layanan ini diselenggarakan melalui kerjasama dengan industri perbankan di provinsi ini, kata Andrias saat acara silaturahmi Ramadhan 1447 H/2026 M bersama awak media dan anak-anak panti asuhan di Palangka Raya, Rabu.
"Jadi, masyarakat dapat melakukan penukaran uang baru dengan datang langsung ke kantor-kantor perbankan ataupun kas keliling," ucapnya.
Masyarakat Kalteng diimbau untuk mendaftar terlebih dahulu melalui situs resmi pintar.bi.go.id, agar proses penukaran berjalan tertib. Di mana BI Kalteng telah menyediakan total kuota sekitar 11.000 orang untuk penukaran uang baru, dengan batas maksimal Rp5,3 juta per individu.
"Layanan penukaran uang baru telah dibuka hingga batas waktu 17 Maret 2026," beber Andrias.
Program penukaran uang baru ini merupakan bagian dari upaya BI dalam memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar selama Ramadan dan Idul Fitri, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat Kalimantan Tengah. Masyarakat diharapkan memanfaatkan layanan ini secara bijak dan tertib.
Dia mengakui sekalipun BI terus menggalakkan transaksi nontunai, namun pada momen hari besar seperti Lebaran, masyarakat Indonesia termasuk di Kalteng, masih menyukai uang tunai.
Baca juga: Thomas Djiwandono dilantik jadi Deputi Gubernur Bank Indonesia
Kepala BI Kalteng ini pun mengingatkan masyarakat, agar tetap waspada terhadap peredaran uang palsu yang kerap meningkat jelang hari raya. Di mana masyarakat harus selalu menerapkan prinsip 3D dalam memeriksa keaslian uang rupiah, dilihat, diraba, dan diterawang.
"Kami sangat menekankan agar penukaran uang baru dilakukan hanya di tempat-tempat resmi yang disediakan oleh BI bersama mitra perbankan. Hindari penukaran di tempat tidak resmi untuk menghindari risiko mendapatkan uang palsu," tegas Andrias.
Pada kesempatan itu, dirinya juga menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada media, yang telah berkolaborasi dan bersinergi dalam menyampaikan informasi terkait ekonomi, khususnya program dan kebijakan yang dilakukan Bank Indonesia.
"Semoga hal baik yang telah berjalan sangat lama ini, dapat terus ditingkatkan," demikian Andrias.
Baca juga: Harga cabai rawit Rp51.150/kg, telur ayam Rp31.750/kg
Baca juga: QRIS Tap Gopay perkuat program milik Bank Indonesia
Baca juga: BI Kalteng terus perkuat sinergi kolaborasi ke penyedia data ekonomi
Pewarta : Jaya Wirawana Manurung
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
