Logo Header Antaranews Kalteng

Lamine Yamal kecam aksi rasisme kepada timnas Mesir

Kamis, 2 April 2026 08:17 WIB
Image Print
Penyerang sayap Barcelona, Lamine Yamal berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Villareal dalam lanjutan Liga Spanyol 2025/2026 di Stadion Spotify Camp Nou, Barcelona, Sabtu (28/2/2026). Barcelona menang dengan skor 4-1 atas Villareal dalam laga tersebut. (FC Barcelona)

Jakarta (ANTARA) - Laga persahabatan antara timnas Spanyol melawan Mesir yang berakhir imbang tanpa gol pada Rabu ternoda oleh aksi rasisme suporter tuan rumah kepada timnas Mesir.

Insiden ini langsung menuai kecaman, termasuk dari bintang muda La Roja, Lamine Yamal. Pemain Barcelona itu secara terbuka mengecam nyanyian diskriminatif yang dilontarkan sejumlah suporter Spanyol kepada pemain-pemain Mesir selama pertandingan.

“Kemarin terdengar nyanyian ‘siapa yang tidak melompat, itu Muslim’ di stadion. Saya tahu itu ditujukan kepada lawan dan bukan secara pribadi kepada saya, tetapi sebagai seorang Muslim, saya tetap menganggapnya tidak menghormati dan tidak dapat diterima,” tulis Yamal melalui media sosialnya, termasuk Instagram pada Rabu.

Aksi ini dianggap sebagai bentuk ejekan terhadap identitas agama dan dikonfirmasi terdengar oleh para pemain di lapangan.

Yamal menegaskan bahwa penggunaan agama sebagai bahan hinaan menunjukkan rendahnya pemahaman dan tidak memiliki tempat dalam sepak bola.

Pemain berusia 18 tahun itu menekankan bahwa olahraga seharusnya menjadi ruang untuk persatuan, bukan ajang merendahkan pihak lain.

Kecaman serupa juga disampaikan oleh Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF).

"RFEF tidak mentolerir rasisme di sepak bola dan mengecam segala bentuk aksi kekerasan di dalam stadion," tulis RFEF melalui media sosial.

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente turut bersuara keras dengan meminta pihak berwenang segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku. Dia menegaskan bahwa individu yang terlibat dalam aksi tersebut tidak layak berada di lingkungan sepak bola.



Pewarta :
Uploader: Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2026