
Ketua Komisi II DPRD Barut minta petani tanam pangan pendamping hadapi El Nino

Muara Teweh (ANTARA) - Ketua Komisi II DPRD Barito Utara Taufik Nugraha meminta para petani untuk mulai menanam sedikitnya 10 jenis tanaman pangan pendamping padi sebagai langkah strategis menghadapi potensi dampak perubahan iklim ekstrem.
“Kami mendorong dan mendukung petani agar tidak hanya bergantung pada padi, tetapi juga menanam berbagai tanaman pangan pendamping seperti jagung, singkong, ubi jalar, kacang-kacangan, dan komoditas lainnya,” kata Taufik Nugraha di Muara Teweh, Senin.
Menurut dia, ketergantungan yang tinggi terhadap satu komoditas pangan, khususnya padi, dapat menjadi risiko besar apabila terjadi gangguan produksi akibat perubahan iklim. Oleh karena itu, diversifikasi tanaman pangan menjadi langkah penting untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat.
Upaya ini, katanya, bertujuan untuk memastikan ketersediaan pangan yang berkelanjutan, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang sulit diprediksi.
"Dengan adanya variasi tanaman, risiko gagal panen secara keseluruhan dapat diminimalkan," kata dia.
Selain itu, Taufik juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memberikan pendampingan kepada petani, baik melalui penyuluhan, bantuan bibit, maupun penguatan sistem irigasi yang adaptif terhadap perubahan iklim.
“Langkah antisipatif harus dilakukan sejak dini agar masyarakat tidak mengalami krisis pangan. Ketahanan pangan daerah harus menjadi prioritas bersama,” tegasnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat sektor pertanian di Barito Utara, sehingga mampu menghadapi tantangan iklim dan tetap menjaga stabilitas pangan bagi masyarakat.
Pewarta : Kasriadi
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
