
Ibu Gubernur Kalteng sebagai Orator Ilmiah yudisium Pascasarjana UMPR

Palangka Raya (ANTARA) - Ibu Gubernur Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran hadir sebagai orator ilmiah pada acara Yudisium Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) di Palangka Raya, Senin (20/4).
“Yudisium bukanlah akhir perjalanan, melainkan gerbang awal untuk memasuki fase kehidupan yang sesungguhnya. Hari ini menjadi penanda bahwa saudara telah menyelesaikan satu tahap penting dalam dunia akademik, sekaligus memikul tanggung jawab sebagai insan terdidik,” ujar Aisyah Thisia Agustiar Sabran dalam orasi ilmiahnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti perjuangan mahasiswa pascasarjana yang harus membagi waktu antara pekerjaan dan studi, termasuk dalam proses penyusunan tesis yang penuh tantangan. Menurutnya, proses tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter, ketekunan, serta kedewasaan berpikir.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pembangunan saat ini tidak lagi hanya berfokus pada infrastruktur fisik seperti jalan dan gedung, tetapi juga pada pembangunan kualitas sumber daya manusia.
"Inovasi, kemampuan beradaptasi, serta kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat menjadi indikator penting dalam pembangunan modern," katanya saat orasi.
Ia juga mengingatkan bahwa kampus memiliki peran strategis, bukan sekadar tempat memperoleh gelar akademik. Kampus merupakan ruang pembentukan pola pikir, kepemimpinan, serta kepedulian sosial. Oleh karena itu, lulusan magister diharapkan mampu memahami peran dan tanggung jawabnya di tengah masyarakat.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, lanjutnya, terus mendorong peningkatan akses pendidikan melalui berbagai program, di antaranya program satu rumah satu sarjana serta penyediaan beasiswa bagi 10.000 mahasiswa jenjang sarjana (S1). Ke depan, diharapkan program beasiswa juga dapat menjangkau jenjang magister (S2).
Ia turut mengapresiasi UMPR yang telah berkembang hingga menyelenggarakan program doktoral (S3), sebagai bentuk komitmen dalam memperluas akses pendidikan tinggi di Kalimantan Tengah.
Aisyah Thisia Agustiar Sabran juga menekankan pentingnya peran lulusan sebagai penggerak inovasi dan kewirausahaan di era digital. Selain itu, ia mengajak lulusan untuk menjadi pelopor pemberdayaan masyarakat, dimulai dari lingkungan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan manusia.
Ia juga menyampaikan bahwa kekayaan sumber daya alam Kalimantan Tengah harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang mampu mengelolanya secara optimal. Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam mewujudkan hal tersebut.
Sebagai penutup, Ia menyampaikan tiga kunci utama kesuksesan yang bersumber dari Gubernur Kalimantan Tengah, yaitu etika, pola pikir, dan karakter. Ia berharap para lulusan tidak hanya sukses secara pribadi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Sementara itu, Rektor UMPR, Assoc. Prof. Dr. Muhamad Yusuf, S.Sos., MAP menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ibu Gubernur dalam kegiatan yudisium tersebut sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan tinggi.
“Keberadaan Ibu Gubernur dalam forum akademik ini menjadi energi positif bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Kami berkomitmen untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing dan kepedulian terhadap pembangunan daerah,” ujarnya.
Yudisium ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya berilmu, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membangun Kalimantan Tengah yang maju, sejahtera, dan bermartabat.
Pewarta : _
Editor: Rendhik Andika
COPYRIGHT © ANTARA 2026
