Logo Header Antaranews Kalteng

Pemerintah hentikan pengambilan kayu eks jembatan lama di Sungai Buluh

Selasa, 28 April 2026 16:32 WIB
Image Print
ILUSTRASI AI. (ANTARA/ILUSTRASI AI)
...laporan dari Kasi Trantib, tindakan perbaikan telah dilakukan pada hari yang sama. Area di sekitar pondasi jembatan telah kembali ditimbun serta diperkuat...

Nanga Bulik (ANTARA) - Pemerintah Kecamatan Belantikan Raya, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah melakukan penghentian terhadap aktivitas warga yang mengambil kayu eks atau bekas jembatan lama di Desa Sungai Buluh.

"Kami langsung mengambil langkah cepat setelah menerima informasi tersebut pada Sabtu (25/4), dengan melaporkannya kepada Bupati Lamandau untuk mendapat arahan," kata Camat Belantikan Raya Fery Natalianto dihubungi dari Nanga Bulik, Selasa.

Pihaknya sekaligus memberi penjelasan terkait video viral yang memperlihatkan aktivitas warga mengambil kayu bekas jembatan lama di Desa Sungai Buluh yang lokasinya berdekatan dengan pondasi jembatan besi.

"Sesuai arahan bapak bupati, kegiatan pemanfaatan kayu bekas tersebut diminta segera dihentikan guna mencegah potensi gangguan terhadap struktur jembatan besi. Setelah mendapat informasi itu, masyarakat langsung saya minta menghentikan aktivitas," jelasnya.

Menurutnya penghentian aktivitas dilakukan demi menjaga stabilitas dan keamanan struktur jembatan besi yang merupakan aset vital bagi masyarakat.

Minggu (26/4), pihak kecamatan melalui Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) melakukan koordinasi di lapangan bersama Pemerintah Desa Sungai Buluh serta pihak terkait lainnya.

Baca juga: Dinkes Lamandau jaga mutu layanan farmasi

Dari hasil pertemuan dan pengecekan lapangan, disepakati seluruh kegiatan pengangkatan kayu eks jembatan lama dihentikan.

Kemudian pihak yang mengambil kayu diwajibkan melakukan penyiringan tepi sungai untuk memperkuat tanah serta menimbun kembali bekas galian guna mencegah potensi longsor.

"Pihak yang melakukan pengambilan kayu bertanggung jawab melakukan perbaikan dengan menyiring tepi sungai untuk memperkuat tanah penahan longsor serta menimbun kembali bekas galian," ujarnya.

Lebih lanjut Fery menjelaskan, laporan dari Kasi Trantib, tindakan perbaikan telah dilakukan pada hari yang sama. Area di sekitar pondasi jembatan telah kembali ditimbun serta diperkuat.

Pihaknya pun meminta masyarakat lebih bijak dalam memanfaatkan aset publik dan selalu berkoordinasi dengan pemerintah setempat, sebelum melakukan aktivitas yang berpotensi memengaruhi fasilitas umum.

"Koordinasi terlebih dahulu dengan pemerintah setempat guna menghindari kesalahpahaman serta menjaga keamanan dan keselamatan bersama," tutupnya.

Baca juga: Koperasi Melata Jaya Indah beri dampak nyata dan manfaat di Lamandau

Baca juga: Bupati Lamandau harap mahasiswa kembali dan berkontribusi membangun daerah

Baca juga: Koperasi KL 2 Sekoban-Lamandau sambut baik pembangunan kebun kemitraan



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026