Logo Header Antaranews Kalteng

Gubernur Kalteng tekankan tiga fokus utama DAD

Jumat, 22 Mei 2026 17:32 WIB
Image Print
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, di Palangka Raya, Jumat (22/5/2026). ANTARA/HO-Diskominfosantik Kalteng

Palangka Raya (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran meminta Dewan Adat Dayak (DAD) bersikap proaktif, bukan reaktif, dengan mampu mendeteksi sejak dini potensi konflik di tengah masyarakat sebelum berkembang menjadi sengketa lebih besar.

"Hal ini merupakan satu dari tiga fokus utama yang harus menjadi ruh pergerakan DAD ke depan," kata Agustiar saat pelantikan kepengurusan DAD dan Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) kabupaten/kota di Kalimantan Tengah serta Lembaga Bantuan Hukum DAD, di Palangka Raya, Jumat.

Dia menekankan dalam penyelesaian perselisihan, dialog dan musyawarah tetap harus dikedepankan, dengan kelembagaan adat hadir sebagai jembatan yang netral, adil dan terpercaya.

Kemudian fokus kedua adalah penguatan kearifan lokal sebagai bagian dari instrumen hukum, moral dan pendidikan.

"Falsafah Huma Betang yang mengandung nilai kebersamaan, toleransi dan gotong royong harus terus diwujudkan," katanya.

Baca juga: Hari Jadi Kalteng, Gubernur bagikan 3.500 paket sembako untuk mahasiswa

Gubernur pun meminta DAD turut membantu memastikan pembangunan ekonomi dan investasi yang masuk ke Kalimantan Tengah, tetap berjalan selaras dengan penghormatan terhadap hak-hak adat dan pelestarian budaya lokal.

Selain itu, perhatian terhadap generasi muda juga menjadi hal penting, salah satunya melalui dorongan penerapan muatan lokal dengan berbahasa Dayak di sekolah-sekolah, sebagai langkah konkret menjaga keberlangsungan Bahasa Dayak agar tetap hidup dan lestari.

Ketiga, DAD diminta terus berperan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dan aparat keamanan dengan mengedepankan prinsip koordinasi, komunikasi dan kolaborasi.

"Sinergi tidak hanya dilakukan dengan pemerintah daerah, tetapi juga bersama Forkopimda, para pemangku kepentingan, dan swasta dalam menjaga harkat dan martabat masyarakat adat Dayak, melestarikan adat istiadat, serta menjaga keamanan dan ketertiban di Kalteng," ucapnya.

Baca juga: OJK optimalkan EPIKS pacu literasi keuangan syariah di Kalimantan Tengah

Baca juga: Wujudkan 'good governance', DJPb Kalteng dan KSAP sosialisasi PSAP 20 Agrikultur

Baca juga: Bulog Kalteng minta toko penyalur perhatikan kondisi beras, cegah penyimpanan terlalu lama



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026