Logo Header Antaranews Kalteng

Alfamart salurkan 510 ribu telur cegah stunting

Kamis, 4 Juni 2026 10:38 WIB
Image Print
Pihak Alfamart (kanan) menyerahkan Program Satu Telur Sehari 2026 di Palangka Raya, Rabu (3/6/2026). ANATARA/HO-Alfamart
Program tersebut dirancang tidak hanya untuk memberikan bantuan pangan, tetapi juga memastikan adanya pendampingan dan pemantauan perkembangan anak secara berkala

Palangka Raya (ANTARA) - Alfamart menargetkan penyaluran lebih dari 510 ribu butir telur kepada lebih dari 2.700 anak yang terindikasi stunting di 39 kota di Indonesia sepanjang 2026 sebagai upaya mendukung percepatan penanganan stunting nasional.

General Manager Corporate Communications Alfamart Rani Wijaya dalam keterangannya di Palangka Raya, Kamis, mengatakan program bertajuk 'Satu Telur Sehari' ini memasuki tahun keempat pelaksanaannya dan menjadi salah satu program tanggung jawab sosial perusahaan yang berfokus pada pemenuhan gizi anak melalui pemberian protein hewani secara rutin.

“Program Satu Telur Sehari bukan sekadar membagikan telur, tetapi menjadi salah satu bentuk intervensi sederhana yang dinilai efektif dan efisien dalam membantu penanganan stunting di berbagai daerah,” katanya.

Program tersebut dirancang tidak hanya untuk memberikan bantuan pangan, tetapi juga memastikan adanya pendampingan dan pemantauan perkembangan anak secara berkala.

Dia menjelaskan penentuan penerima manfaat dilakukan berdasarkan pendataan bersama dinas kesehatan setempat, agar bantuan yang diberikan tepat sasaran kepada anak-anak yang mengalami perlambatan pertumbuhan maupun penurunan status gizi.

Distribusi telur dilakukan secara periodik selama tiga hingga enam bulan dengan melibatkan kader posyandu dan tenaga kesehatan yang turut memantau perkembangan tumbuh kembang anak penerima manfaat.

Baca juga: Alfamart buka 200 lebih lowongan kerja di Kalteng

Sementara itu Yuniar Indah dari Puskesmas Bukit Hindu Palangka Raya yang bekerja sama dengan Alfamart dalam program tersebut menuturkan, program ini memberi manfaat nyata karena tak hanya menambah asupan protein harian anak, tetapi juga meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pola makan sehat dan pola asuh yang mendukung pertumbuhan.

Menurut dia, telur menjadi pilihan karena mudah diperoleh, memiliki kandungan protein hewani yang baik, serta dapat diolah menjadi berbagai menu yang disukai anak-anak.

"Selain penyaluran telur, program tersebut juga disertai edukasi gizi, pencatatan perkembangan anak, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala yang dilakukan bersama kader posyandu dan dinas kesehatan," ungkapnya.

Sedangkan Alfamart mencatat cakupan program terus mengalami peningkatan setiap tahun. Pada 2025, perusahaan menyalurkan lebih dari 189 ribu butir telur kepada 1.000 anak di 25 kota dan sekitar 72 persen penerima manfaat menunjukkan perkembangan tumbuh kembang yang positif.

Selanjutnya pada 2024, lebih dari 103 ribu butir telur disalurkan kepada 591 anak di 12 kota. Adapun saat pertama kali dilaksanakan pada 2022, program tersebut menjangkau 1.000 anak di 10 kota dengan distribusi lebih dari 177 ribu butir telur.

Kegiatan tersebut tentunya juga keberlanjutan dari program yang tidak lain merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk turut berkontribusi dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas melalui intervensi gizi yang sederhana namun berkelanjutan.

Program 'Satu Telur Sehari' 2026 telah dimulai sejak Mei dan akan berlangsung hingga Oktober mendatang di 39 kota dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di bidang kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.

Baca juga: Pemprov Kalimantan Tengah gerak cepat cegah anak di Kapuas putus sekolah

Baca juga: Kemendikdasmen bersiap revitalisasi berbagai sekolah di Kalteng pada 2026

Baca juga: Pj Sekda Kalteng: Operasi katarak gratis wujud tanggungjawab pemerintah



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026