
Prof Bhayu Rhama usung "UPR Berbakat dan Bereputasi" pada sosialisasi bakal calon rektor

Palangka Raya (ANTARA) - Bakal Calon Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026–2030, Kalimantan Tengah, Prof Bhayu Rhama ST MBA PhD membawa visi, misi, dan program prioritas "UPR Berbakat dan Bereputasi", dalam Sosialisasi Bakal Calon Rektor UPR di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UPR, Kamis.
"UPR Berbakat dan Bereputasi yaitu, mewujudkan Universitas Palangka Raya sebagai perguruan tinggi unggul berbasis falsafah Huma Betang, berdaya saing global, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan," kata Prof Bayu.
Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga memperkenalkan latar belakang akademik dan pengalaman kepemimpinan yang dimilikinya, sehingga bekal untuk membawa UPR berkembang menjadi perguruan tinggi, yang lebih kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.
Ia menyebut pernah menjadi penerima beasiswa LPDP Kementerian Keuangan RI, serta saat ini mengemban amanah sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPR periode 2023–2027. Selain itu, aktif dalam berbagai organisasi dan lembaga profesi di bidang pendidikan serta akreditasi.
"Transformasi UPR harus dibangun melalui pendidikan yang berkualitas, penguatan riset dan inovasi, serta tata kelola universitas yang modern, transparan, dan berintegritas," ucapnya.
Untuk mendukung visi tersebut, Prof. Bhayu mengusung empat misi utama yang meliputi penguatan pendidikan berbasis Outcome-Based Education dan karakter, peningkatan kualitas riset yang berdampak, optimalisasi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta reformasi tata kelola kampus.
Misi itu kemudian diterjemahkan ke dalam delapan program prioritas, di antaranya digitalisasi tata kelola universitas, peningkatan mutu akademik dan akreditasi, pembangunan infrastruktur kampus, pengembangan smart campus, penguatan riset berbasis potensi daerah, peningkatan kompetensi mahasiswa, perluasan kemitraan internasional, dan penguatan layanan kampus yang inklusif.
Baca juga: Empat bakal calon lolos verifikasi administrasi Pemilihan Rektor UPR 2026-2030
"Tantangan yang kita hadapi saat ini, mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana, anggaran, hingga sumber daya manusia, harus dijawab dengan kolaborasi, inovasi, dan tata kelola universitas yang modern serta berbasis kinerja," ujarnya.
Menurut Prof Bhayu, seluruh program tersebut dirancang untuk memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta mendukung pembangunan Kalimantan Tengah melalui peningkatan kualitas pendidikan tinggi.
Dirinya juga menilai UPR memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan riset, yang mampu menghasilkan solusi atas berbagai persoalan daerah, termasuk melalui pemanfaatan sumber daya lokal dan penguatan jejaring kerja sama.
"Target kami bukan hanya meningkatkan reputasi institusi, tetapi juga melahirkan lulusan yang adaptif dan berdaya saing, memperkuat kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan, serta menjadikan UPR sebagai pusat riset yang mampu memberikan solusi nyata bagi pembangunan Kalimantan Tengah dan Indonesia," demikian Bhayu.
Baca juga: Daftar calon rektor UPR, Tari Budayanti Usop usung kampus berbasis nilai Pancasila
Baca juga: Berikut nama-nama pendaftar calon rektor UPR
Baca juga: Dekan Bhayu maju calon Rektor UPR, bawa visi kampus berdampak dan berdaya saing global
Pewarta : Rajib Rizali
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
