Logo Header Antaranews Kalteng

Pemkab Kotim tekankan budaya inovasi demi tingkatkan kualitas layanan publik

Rabu, 15 Juli 2026 16:40 WIB
Image Print
Suasana Pelatihan Inovasi Pelayanan Publik di lingkungan Pemkab Kotim, Rabu (15/7/2026). ANTARA/HO-Diskominfo Kotim.

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menekankan pentingnya membangun budaya inovasi di lingkungan pemerintahan, sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan publik melalui pelatihan inovasi pelayanan publik, yang diikuti aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai perangkat daerah.

"Inovasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan berkualitas," kata Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setda Kotim Rafiq Riswandi di Sampit, Rabu.

Hal ini ia sampaikan saat mewakili Sekretaris Daerah Kotim untuk membuka kegiatan Pelatihan Inovasi Pelayanan Publik di Aula Anggrek Tewu, Setda Kotim.

Ia menjelaskan, saat ini inovasi bukan lagi sekadar pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, adaptif dan mampu menjawab tuntutan masyarakat.

Tantangan penyelenggaraan pemerintahan terus berkembang seiring meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik. Kondisi itu menuntut aparatur pemerintah untuk tidak hanya menjalankan rutinitas, tetapi juga mampu menghadirkan solusi baru melalui berbagai inovasi.

Oleh sebab itu, setiap perangkat daerah harus terus melahirkan berbagai terobosan agar pelayanan publik semakin efektif, efisien, mudah diakses dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Pelatihan ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas ASN agar mampu menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, transparan, adaptif, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Komitmen membangun budaya inovasi tersebut, lanjutnya, sejalan dengan target pembangunan daerah yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan sekaligus mendorong transformasi pelayanan publik berbasis kinerja.

Pemkab Kotim juga telah mencatat sejumlah capaian yang menjadi modal dalam pengembangan inovasi, di antaranya Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebesar 3,22 dengan kategori baik, nilai Reformasi Birokrasi 76,68 atau predikat BB, SAKIP 65,49 dengan predikat B, Indeks Pelayanan Publik 4,06, serta Indeks Inovasi Daerah 56,34 dengan predikat inovatif.

Dalam pelatihan itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kotim Cok Orda Putra Legawa turut menjadi narasumber dengan memaparkan pentingnya membangun budaya inovasi yang berkelanjutan di setiap organisasi perangkat daerah.

"Budaya inovasi harus menjadi bagian dari cara kerja seluruh perangkat daerah. Transformasi digital perlu dimanfaatkan untuk menghadirkan solusi kreatif sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat, lebih mudah, dan semakin berkualitas," ujar Cok Orda.

Baca juga: Kotim perkuat sinergi hadapi ancaman karhutla dan krisis air bersih

Ia menambahkan inovasi tidak selalu harus berupa program besar, tetapi dapat dimulai dari perbaikan proses kerja, pemanfaatan teknologi informasi, hingga penyederhanaan prosedur pelayanan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Cak Orda pun menilai, keberhasilan transformasi digital sangat bergantung pada komitmen seluruh ASN untuk terus belajar, beradaptasi, dan berkolaborasi dalam menciptakan pelayanan publik yang responsif terhadap perkembangan zaman.

Melalui pelatihan tersebut, pemerintah daerah berharap setiap peserta mampu menghasilkan gagasan inovatif yang tidak berhenti pada tahap perencanaan, melainkan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di instansi masing-masing.

Inovasi yang lahir dari perangkat daerah diharapkan mampu mempercepat transformasi digital, meningkatkan efektivitas pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur.

"Bersama kita membangun budaya inovasi, mewujudkan pelayanan publik yang semakin prima untuk Kotawaringin Timur," demikian Cok Orda.

Baca juga: Sudah 151 hektare lahan terbakar di Kotim

Baca juga: Dilanda kekeringan, empat desa di selatan Kotim minta pasokan air bersih

Baca juga: Wabup Kotim ingatkan pelajar bijak menggunakan AI



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026