Pawai tarhib Ramadhan 1447 Hijriah di Palangka Raya
- 12 February 2026 16:50 WIB
Bupati Pulang Pisau, Kalteng, Edy Pratowo melihat dari dekat banjir dan Posko Banjir yang didirikan di Kantor Desa Gandang Barat, Rabu. Ia meminta dua perusahaan besar swasta yakni PT Suryamas Cipta Perkasa dan PT Menteng Kencana Mas melakukan normalisasi saluran primer penyebab banjir di Desa Gandang Barat. Dua perusahaan ini dituding warga membuat saluran primer tersumbat hingga banjir. (FOTO ANTARA Kalteng/Adi Waskito)
Bupati Pulang Pisau, Kalteng, Edy Pratowo melihat dari dekat banjir dan Posko Banjir yang didirikan di Kantor Desa Gandang Barat, Rabu. Ia meminta dua perusahaan besar swasta yakni PT Suryamas Cipta Perkasa dan PT Menteng Kencana Mas melakukan normalisasi saluran primer penyebab banjir di Desa Gandang Barat. Dua perusahaan ini dituding warga membuat saluran primer tersumbat hingga banjir. (FOTO ANTARA Kalteng/Adi Waskito)
Bupati Pulang Pisau, Kalteng, Edy Pratowo melihat dari dekat banjir dan Posko Banjir yang didirikan di Kantor Desa Gandang Barat, Rabu. Ia meminta dua perusahaan besar swasta yakni PT Suryamas Cipta Perkasa dan PT Menteng Kencana Mas melakukan normalisasi saluran primer penyebab banjir di Desa Gandang Barat. Dua perusahaan ini dituding warga membuat saluran primer tersumbat hingga banjir. (FOTO ANTARA Kalteng/Adi Waskito)
Bupati Pulang Pisau, Kalteng, Edy Pratowo melihat dari dekat banjir dan Posko Banjir yang didirikan di Kantor Desa Gandang Barat, Rabu. Ia meminta dua perusahaan besar swasta yakni PT Suryamas Cipta Perkasa dan PT Menteng Kencana Mas melakukan normalisasi saluran primer penyebab banjir di Desa Gandang Barat. Dua perusahaan ini dituding warga membuat saluran primer tersumbat hingga banjir. (FOTO ANTARA Kalteng/Adi Waskito)