Bandar Seri
Begawan, Brunei (ANTARA News) - Sekretaris Kabinet Dipo Alam merasa
heran dengan tingkah laku DPR RI, terutama Komisi X, yang dinilai tidak
`galak` dalam menyikapi kekacauan jadwal ujian nasional.
"Agak heran kok Komisi X DPR RI anteng. Saya belum liat, biasanya
agak galak, suka nanya, buat panja, gitu. Jadi, saya agak
bertanya-tanya, biasanya langsung buat panja, atau meminta pengunduran
diri si A, si B, tapi sekarang kok, tenang, anteng," katanya di Hotel
Empire, Brunei Darussalam, Rabu.
Menurut dia, DPR RI seharusnya galak terhadap kekacauan penyelengaraan ujian nasional karena banyak masyarakat yang kecewa.
Dipo Alam menduga diamnya DPR RI dalam kasus tersebut karena mendekati Pemilihan Umum 2014.
Ia menambahkan, melihat penjelasan Menteri Pendidikan M. Nuh dan
Dirjen Anggaran, DPR juga dinilai turut menyumbang dalam perubahan
anggaran UN yang juga berdampak membuat kekacauan tersebut.
"Di mana posisi DPR di UN ini? Saya `concern` juga solusi kurikulum
baru, percetakan-percetakan juga. Kalau tenang-tenang semua, saya jadi
bertanya pada diri saya gitu," katanya.
Ia mengatakan bahwa pihaknya juga telah membuat investigasi dengan
melibatkan Badan Intelijen Negara, Sekretariat Kabinet, dan Sekretaris
Negara.
"Ini kan `concern` kita supaya kabinet berjalan lancar, dilaporkan sebagai bahan evaluasi," katanya.
Sementara itu, keterlambatan pengiriman naskah soal ujian nasional
ke 11 provinsi di Indonesia bagian tengah berakibat pada penundaan
pelaksanaan UN tingkat SMA/SMK/MA atau sederajat yang seharusnya
berlangsung pada tanggal 15--18 April.
Kesebelas provinsi itu adalah Kalimantan Timur, Sulawesi Utara,
Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Bali, Gorontalo, Nusa Tenggara
Barat, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, dan
Sulawesi Tengah.
(M041/D007)
Seskab heran DPR tidak galak soal UN
Kamis, 25 April 2013 13:40 WIB
Dipo Alam (ANTARA/Andika Wahyu) (Istimewa)
Pewarta :
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026