Warga Diimbau Tidak Buang Sampah Ke Sungai
Kamis, 6 November 2014 18:34 WIB
Ilustrasi. (Istimewa)
Kuala Pembuang (Antara Kalteng) Pemerintah Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas Kebersihan mengimbau warganya untuk tidak membuang sampah ke sungai.
"Sepertinya memang membuang sampah ke sungai sudah menjadi kebiasaan, warga melakukan itu karena dirasa lebih praktis, terutama bagi mereka yang tinggal di pinggiran Sungai Seruyan," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kebersihan Seruyan Piau Sandoa di Kuala Pembuang, Kamis.
Menurutnya kebiasaan untuk membuang sampah ke sungai khususnya bagi warga di Kota Kuala Pembuang yang tinggal di pinggiran sungai harus segera dihentikan karena selain dapat merusak pemandangan, sampah yang menumpuk di sungai juga dapat menimbulkan benih-benih penyakit.
"Apalagi sungai yang ada itu air kita gunakan untuk keperluan konsumsi sehari-hari, jadi kita harus menjaga sungai agar tidak tercemar," katanya.
Di lapangan, khususnya di lokasi Pasar Sayur dan Ikan (SAIK) Kuala Pembuang yang tepat berada di pinggir Sungai Seruyan, tidak jarang sampah sampai terlihat menumpuk di tepian sungai, sampah-sampah itu didominasi oleh sampah plastik, kardus hingga ikan busuk yang memang sengaja di buang ke sungai.
Menurut pengakuan pedagang di Pasar SAIK, mereka sengaja membuang sampai ke sungai karena tidak ingin repot mengurus sampah sehingga dapat mengganggu aktivitas jual beli di pasar.
"Rata-rata pedagang membuang sampah di sungai ini untuk efektivitas, sebab lokasinya tidak jauh dari tempat mereka berjualan, dan kebiasaan seperti ini sudah terjadi sejak lama," kata Leni (38), salah satu pedagang di Pasar Saik Kuala Pembuang.
Menurutnya sampah itu sengaja dibuang ke sungai karena memang di lokasi dekat pasar belum disediakan tempat pembuangan sampah khusus, meski demikian, ia menyadari bahwa membuang sampah ke sungai selain merusak keindahan juga dapat menimbulkan efek negatif bagi kesehatan.
"Dari segi kesehatan dan keindahan sungai, sebenarnya memang tidak baik untuk terus dilakukan, tapi apa mau dikata, karena sudah kebiasaan, maka para pedagang lebih memilih membuang sampah di sungai ini," katanya.
(T.KR-JWM/B/M009/M009)
"Sepertinya memang membuang sampah ke sungai sudah menjadi kebiasaan, warga melakukan itu karena dirasa lebih praktis, terutama bagi mereka yang tinggal di pinggiran Sungai Seruyan," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kebersihan Seruyan Piau Sandoa di Kuala Pembuang, Kamis.
Menurutnya kebiasaan untuk membuang sampah ke sungai khususnya bagi warga di Kota Kuala Pembuang yang tinggal di pinggiran sungai harus segera dihentikan karena selain dapat merusak pemandangan, sampah yang menumpuk di sungai juga dapat menimbulkan benih-benih penyakit.
"Apalagi sungai yang ada itu air kita gunakan untuk keperluan konsumsi sehari-hari, jadi kita harus menjaga sungai agar tidak tercemar," katanya.
Di lapangan, khususnya di lokasi Pasar Sayur dan Ikan (SAIK) Kuala Pembuang yang tepat berada di pinggir Sungai Seruyan, tidak jarang sampah sampai terlihat menumpuk di tepian sungai, sampah-sampah itu didominasi oleh sampah plastik, kardus hingga ikan busuk yang memang sengaja di buang ke sungai.
Menurut pengakuan pedagang di Pasar SAIK, mereka sengaja membuang sampai ke sungai karena tidak ingin repot mengurus sampah sehingga dapat mengganggu aktivitas jual beli di pasar.
"Rata-rata pedagang membuang sampah di sungai ini untuk efektivitas, sebab lokasinya tidak jauh dari tempat mereka berjualan, dan kebiasaan seperti ini sudah terjadi sejak lama," kata Leni (38), salah satu pedagang di Pasar Saik Kuala Pembuang.
Menurutnya sampah itu sengaja dibuang ke sungai karena memang di lokasi dekat pasar belum disediakan tempat pembuangan sampah khusus, meski demikian, ia menyadari bahwa membuang sampah ke sungai selain merusak keindahan juga dapat menimbulkan efek negatif bagi kesehatan.
"Dari segi kesehatan dan keindahan sungai, sebenarnya memang tidak baik untuk terus dilakukan, tapi apa mau dikata, karena sudah kebiasaan, maka para pedagang lebih memilih membuang sampah di sungai ini," katanya.
(T.KR-JWM/B/M009/M009)
Pewarta : Fahrian Adriannoor
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Calon haji diimbau prioritaskan kesehatan fisik sebelum keberangkatan ke Tanah Suci
01 April 2026 17:54 WIB
Terpopuler - Seruyan
Lihat Juga
Komitmen membangun daerah, PT Indotruba Tengah serahkan bantuan melalui program CSR
08 April 2026 16:05 WIB
OJK-Pemkab Seruyan tingkatkan pemahaman pelaku UMKM tentang keuangan syariah
19 September 2025 7:32 WIB
Kapolres Seruyan cari akar permasalahan pencurian sawit di perusahaan
30 January 2025 16:54 WIB, 2025
Kembali gelar reses, DPRD Seruyan serap aspirasi pembangunan di Sungai Perlu
23 January 2025 13:39 WIB, 2025