Logo Header Antaranews Kalteng

Jamaah haji berpenyakit jantung diimbau rutin periksa kesehatan

Selasa, 12 Mei 2026 21:21 WIB
Image Print
Ilustrasi - Seseorang terkena serangan jantung. ANTARA/Pexels/Towfiqu Barbhuiya/am.

Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah subspesialis aritmia dr. Dony Yugo Hermanto Sp.JP Subsp Ar (K) FIHA mengatakan jamaah haji yang memiliki riwayat penyakit jantung perlu rutin memeriksakan diri di posko kesehatan yang tersedia selama melakukan ibadah haji.

“Kalau memang dia punya baseline nya tekanan darah tinggi atau penyakit jantung ya harus diperiksa, dan mereka di posko kesehatan itu juga ada, sudah lengkaplah, dan tenaganya juga ada, untuk dokter jantung pasti ada di situ,” kata dokter lulusan Universitas Indonesia ini kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Dony mengatakan bagi jamaah haji yang memiliki riwayat penyakit jantung sebaiknya mengetahui toleransi penyakitnya dengan melakukan kontrol ke dokter jantung sehingga bisa mengetahui batasan aman saat melakukan ibadah yang memerlukan ketahanan fisik.

Selain itu, jamaah juga perlu rutin periksa di posko kesehatan yang ada di Tanah Suci dan memberitahukan riwayat penyakitnya agar dokter atau tenaga kesehatan di sana bisa membantu memantau kesehatan para jamaah dengan penyakit jantung.

“Nanti di sana itu ada dokter di posko kesehatan juga dan ada dokter jantungnya, dan mereka sudah terinfo semuanya, jadi tinggal maintain saja, obat jangan sampai stop,” katanya.

Di samping itu, Dony juga mengingatkan para jamaah dengan penyakit jantung harus menjaga kecukupan cairannya selama melakukan ibadah haji karena dehidrasi bisa memicu risiko penyakit jantung kambuh saat beribadah.

Selain menjaga hidrasi, jamaah haji perlu mengetahui toleransi aman fisiknya dan tidak memaksakan diri melakukan keinginan yang dirasa terlalu memberatkan fisik agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Kadang-kadang kalau orang kayak gitu yang nomor satu will-nya jadi pengen ini itu tapi gak tau bahwa ini sebetulnya gak sanggup, apalagi udah usia-usia tua 70-80 tahun, kalau memang sudah capek jangan dipaksa, karena makin maksa pasti malah jadi hal yang kita gak mau lah,” kata dokter di RSPI Pondok Indah ini.



Pewarta :
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026