Limbah Pabrik Sawit Cemari Sungai Sabahu Seruyan
Minggu, 18 Januari 2015 20:33 WIB
Ilustrasi. (Istimewa)
Kuala Pembuang (Antara Kalteng) - Limbah pabrik pengolahan kelapa sawit milik PT Teguh Sampurna diduga telah mencemari Sungai Sabahu di Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Provinsi, Kalimantan Tengah.
"Berdasarkan laporan dari masyarakat, akibat limbah tersebut banyak ikan yang ditemukan mati," kata Wakil Bupati Seruyan Yulhaidir di Kuala Pembuang, Minggu.
Selain itu, warga kini mulai resah akibat kesulitan mendapatkan air akibat sungai yang tercemar, air sungai yang biasa mereka konsumsi pada saat hujan tiba-tiba berubah menjadi kehitam-hitaman.
"Apabila digunakan untuk mandi akan menyebabkan gatal-gatal," katanya.
Kemudian, meningaklanjuti laporan warga tersebut, beberapa waktu lalu Yulhaidir didampingi Tim Badan Lingkungan Hidup (BLH), turun langsung ke lapangan untuk melihat langsung kondisi sungai yang diduga tercemar.
"Dari laporan tersebut kami turun ke lapangan menulusuri dan mencek secara langsung kondisi yang terjadi, dengan mengambil sampel air di beberapa titik untuk selanjutnya akan di periksa di laboratorium guna mengetahui apakah air tersebut tercemar limbah atau tidak," katanya.
Pihaknya juga mengambil sampel di anak sungai yang terletak di kawasan kebun sawit, hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah mereka memang perusahaan membuang limbah berbahaya langsung sungai atau tidak.
Dari hasil cek lapangan tersebut rombongan juga mendapati salah satu parit kecil yang langsung berhubungan dengan saluran pengolahan limbah perusahaan.
Selain melihat dan mengambil sampel air, mereka juga memantau langsung instatasi pengolahan limbah perusahaan, apakah telah sesuai dengan peraturan dan ketentuan.
"Nantinya setelah hasil uji laboratorium diketahui maka pemerintah dapat menentukan kebijakan selanjutnya, bila nantinya pihak perusahaan memang terbukti membuang limbah berbahaya langsung ke sungai atau danau kita akan berikan sanksi yang tegas sesuai aturan yang ada," katanya.
(T.KR-JWM/C/S023/S023)
"Berdasarkan laporan dari masyarakat, akibat limbah tersebut banyak ikan yang ditemukan mati," kata Wakil Bupati Seruyan Yulhaidir di Kuala Pembuang, Minggu.
Selain itu, warga kini mulai resah akibat kesulitan mendapatkan air akibat sungai yang tercemar, air sungai yang biasa mereka konsumsi pada saat hujan tiba-tiba berubah menjadi kehitam-hitaman.
"Apabila digunakan untuk mandi akan menyebabkan gatal-gatal," katanya.
Kemudian, meningaklanjuti laporan warga tersebut, beberapa waktu lalu Yulhaidir didampingi Tim Badan Lingkungan Hidup (BLH), turun langsung ke lapangan untuk melihat langsung kondisi sungai yang diduga tercemar.
"Dari laporan tersebut kami turun ke lapangan menulusuri dan mencek secara langsung kondisi yang terjadi, dengan mengambil sampel air di beberapa titik untuk selanjutnya akan di periksa di laboratorium guna mengetahui apakah air tersebut tercemar limbah atau tidak," katanya.
Pihaknya juga mengambil sampel di anak sungai yang terletak di kawasan kebun sawit, hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah mereka memang perusahaan membuang limbah berbahaya langsung sungai atau tidak.
Dari hasil cek lapangan tersebut rombongan juga mendapati salah satu parit kecil yang langsung berhubungan dengan saluran pengolahan limbah perusahaan.
Selain melihat dan mengambil sampel air, mereka juga memantau langsung instatasi pengolahan limbah perusahaan, apakah telah sesuai dengan peraturan dan ketentuan.
"Nantinya setelah hasil uji laboratorium diketahui maka pemerintah dapat menentukan kebijakan selanjutnya, bila nantinya pihak perusahaan memang terbukti membuang limbah berbahaya langsung ke sungai atau danau kita akan berikan sanksi yang tegas sesuai aturan yang ada," katanya.
(T.KR-JWM/C/S023/S023)
Pewarta : Fahrian Adriannoor
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kejari Kobar sampaikan putusan sidang korupsi pembangunan pabrik tepung ikan
29 April 2026 16:01 WIB
Nusantara Halid dan Grand Seleron Investama investasi pabrik truk tistrik di Indonesia
17 April 2026 19:08 WIB
Film Monster Pabrik Rambut tawarkan warna baru bagi genre horor Indonesia
17 February 2026 22:20 WIB
Terpopuler - Seruyan
Lihat Juga
Komitmen membangun daerah, PT Indotruba Tengah serahkan bantuan melalui program CSR
08 April 2026 16:05 WIB
OJK-Pemkab Seruyan tingkatkan pemahaman pelaku UMKM tentang keuangan syariah
19 September 2025 7:32 WIB
Kapolres Seruyan cari akar permasalahan pencurian sawit di perusahaan
30 January 2025 16:54 WIB, 2025
Kembali gelar reses, DPRD Seruyan serap aspirasi pembangunan di Sungai Perlu
23 January 2025 13:39 WIB, 2025