Logo Header Antaranews Kalteng

Samsung targetkan pabrik berbasis AI pada 2030

Minggu, 1 Maret 2026 19:14 WIB
Image Print
Samsung Galaxy S26 Ultra. (ANTARA/Farhan Arda Nugraha)

Jakarta (ANTARA) - Samsung Electronics Co. pada Minggu menyampaikan rencana untuk mentransformasi fasilitas produksinya di dalam maupun luar Korea Selatan menjadi pabrik yang digerakkan oleh kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) pada 2030.

Kantor berita Yonhap mewartakan, perusahaan akan memperkenalkan simulasi digital twin-based dalam seluruh proses manufaktur, mulai dari penyimpanan bahan baku hingga produksi dan pengiriman.

Samsung juga berencana mengerahkan agen AI yang didedikasikan untuk kontrol kualitas, produksi, dan logistik guna memperkuat sistem analisis dan verifikasi berbasis data.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas produk.

Sementara itu, pemanfaatan AI yang lebih luas dalam pengelolaan kesehatan, keselamatan, dan lingkungan kerja akan membantu meningkatkan keselamatan di tempat kerja menurut Samsung.

Dengan memanfaatkan keahlian AI yang terakumulasi di bisnis seluler, perusahaan menyatakan akan menerapkan "agentic AI" yang diperkenalkan melalui Galaxy S26 untuk inovasi manufaktur.

Agentic AI merujuk pada sistem yang mampu secara mandiri menetapkan dan menjalankan rencana untuk mencapai tujuan tertentu.

Samsung juga berupaya memperkenalkan penggunaan robot manufaktur humanoid secara bertahap di lini produksi dengan tujuan untuk membangun pabrik pintar yang dioptimalkan.

"Masa depan inovasi manufaktur tidak hanya terletak pada otomatisasi, tetapi pada lokasi produksi otonom, di mana AI memahami kondisi di lapangan dan secara mandiri mengambil keputusan yang optimal," kata pejabat senior perusahaan Lee Young-soo.

"Kami akan menjadi pemimpin global dalam inovasi manufaktur yang didukung AI," katanya.

Samsung berencana memaparkan strategi AI industri dan visi inovasi manufakturnya dalam ajang Mobile World Congress 2026 bulan ini di Barcelona, Spanyol.

Dalam acara Samsung Mobile Business Summit yang digelar di sela kongres tersebut, perusahaan juga akan mempresentasikan strategi tata kelola yang ditujukan untuk memperkuat pengawasan seiring meluasnya penerapan agentic AI di berbagai industri menurut pejabat perusahaan.



Pewarta :
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026