
Rachel Amanda lawan eksploitasi di Monster Pabrik Rambut

Jakarta (ANTARA) - Aktris Rachel Amanda memerankan tokoh Putri dalam film “Monster Pabrik Rambut” (judul internasional “Sleep No More”), yang mengangkat isu perjuangan buruh perempuan di lingkungan kerja.
“Putri mendatangi pabrik tempat ibunya bekerja dan kemudian bekerja di sana,” kata Amanda dalam konferensi pers film tersebut di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin.
Amanda menjelaskan, karakter Putri digambarkan sebagai sosok yang menghadirkan semangat kerja sekaligus memperlihatkan bagaimana buruh perempuan menghadapi dan memahami eksploitasi di tempat kerja.
Dalam cerita, Putri bekerja di pabrik aksesoris rambut untuk melunasi utang keluarga yang ditinggalkan mendiang ibunya. Namun, pekerjaan tersebut membuatnya menghadapi berbagai risiko keselamatan akibat jam kerja yang panjang serta sistem insentif yang lebih mengutamakan produktivitas dibandingkan waktu istirahat.
Putri meyakini ibunya meninggal karena bunuh diri akibat kondisi kerja yang ekstrem. Sementara itu, saudara perempuannya, Ida, yang diperankan oleh Lutesha, mencurigai adanya unsur supranatural yang dipicu kelelahan berat.
Seiring perkembangan cerita, keduanya menyadari pentingnya penerapan keselamatan kerja yang melibatkan peran bersama antara pekerja dan perusahaan.
Produser eksekutif film Iqbaal Ramadhan yang juga memerankan Bona, adik laki-laki Putri, mengatakan bahwa tanggung jawab terhadap keselamatan kerja harus dibagi secara seimbang.
“Perusahaan dan pekerja memiliki peran yang sama besar terhadap situasi keselamatan kerja, it takes two to tango,” ujar Iqbaal.
Ia menambahkan, perusahaan berkewajiban menyediakan alat pelindung diri bagi karyawan, sementara pekerja harus mematuhi prosedur keselamatan yang berlaku.
Menurut dia, kecelakaan kerja kerap terjadi akibat tekanan ekonomi yang mendorong pekerja menyelesaikan pekerjaan dengan cepat tanpa memperhatikan aspek keselamatan.
“Itu yang menyeramkan,” kata Iqbaal.
Film ini juga mengkritik pandangan yang menormalisasi risiko kerja tersebut. Film bergenre horor fantasi ini diproduksi oleh Palari Films dengan penggunaan efek praktikal untuk menghadirkan elemen menegangkan secara visual.
Disutradarai oleh Edwin, film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 4 Juni 2026.
Pewarta : Abdu Faisal
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
