KP2KP Buntok Luncurkan 7 Program Andalan
Rabu, 6 Januari 2016 20:44 WIB
Ilustrasi, Pengunjung berfoto 'selfie' dengan latar belakang bunga enceng gondok di Dusun Karangasem, Palbapang, Bantul, Yogyakarta, Senin (14/12).ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Buntok (Antara Kalteng) - Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Pajak Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah meluncurkan tujuh program andalan pada 2016.
Kepala KP2KP Buntok Muhammad Rafi, S. Hut di Buntok, Rabu menyampaikan ketujuh program andalan tersebut yakni pajak masuk desa, Siaran dan kuis di radio, sehat bersama dan duta pajak.
"Sedangkan tiga program lainnya adalah Lomba selfi bertema pajak, pesan singkat (SMS) Pajak dan clengan pajak," katanya saat dikonfirmasi terobosan yang dilakukan pada 2016 di daerah tersebut.
Menurut dia, program yang sebagian telah dilaksanakan ini merupakan pemikiran bersama seluruh pegawai KP2KP yang dicetuskan pada 22 Desember 2015.
Program yang diharapkan dapat menambah informasi tentang pajak kepada masyarakat pedesaan ini menjadi salah satu upaya mengenalkan pengetahuan perpajakan kepada warga daerah ini.
Dalam menjalankan program tersebut kata dia, pihaknya akan bekerja sama dengan Kejaksaan, Kantor Pos, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan desa maupun dengan instansi lainnya di daerah itu.
"Program ini dimaksudkan untuk lebih mengenalkan pajak kepada masyarakat dengan harapan dapat menambah pengetahuan soal pajak, sehingga nantinya akan menjadi wajib pajak," ucapnya.
Oleh karena itu, ia mengharapkan dukungan semua pihak supaya program yang akan diluncurkan ini dapat berjalan dengan baik sehingga masyarakat akan lebih mengetahui tentang pajak.
Dengan demikian, maka masyarakat terutama yang berada di wilayah pedesaan maupun generasi muda dapat memahami akan pentingnya pajak untuk pembangunan.
Pajak merupakan salah satu sumber pendapatan negara yang akan digunakan untuk mempercepat pelaksanaan program pembangunan di daerah seluruh Indonesia.
Kepala KP2KP Buntok Muhammad Rafi, S. Hut di Buntok, Rabu menyampaikan ketujuh program andalan tersebut yakni pajak masuk desa, Siaran dan kuis di radio, sehat bersama dan duta pajak.
"Sedangkan tiga program lainnya adalah Lomba selfi bertema pajak, pesan singkat (SMS) Pajak dan clengan pajak," katanya saat dikonfirmasi terobosan yang dilakukan pada 2016 di daerah tersebut.
Menurut dia, program yang sebagian telah dilaksanakan ini merupakan pemikiran bersama seluruh pegawai KP2KP yang dicetuskan pada 22 Desember 2015.
Program yang diharapkan dapat menambah informasi tentang pajak kepada masyarakat pedesaan ini menjadi salah satu upaya mengenalkan pengetahuan perpajakan kepada warga daerah ini.
Dalam menjalankan program tersebut kata dia, pihaknya akan bekerja sama dengan Kejaksaan, Kantor Pos, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan desa maupun dengan instansi lainnya di daerah itu.
"Program ini dimaksudkan untuk lebih mengenalkan pajak kepada masyarakat dengan harapan dapat menambah pengetahuan soal pajak, sehingga nantinya akan menjadi wajib pajak," ucapnya.
Oleh karena itu, ia mengharapkan dukungan semua pihak supaya program yang akan diluncurkan ini dapat berjalan dengan baik sehingga masyarakat akan lebih mengetahui tentang pajak.
Dengan demikian, maka masyarakat terutama yang berada di wilayah pedesaan maupun generasi muda dapat memahami akan pentingnya pajak untuk pembangunan.
Pajak merupakan salah satu sumber pendapatan negara yang akan digunakan untuk mempercepat pelaksanaan program pembangunan di daerah seluruh Indonesia.
Pewarta : Bayu Ilmiawan
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Anggota DPR pastikan pemerintah gerak cepat tangani antrean BBM panjang di Kalteng
07 May 2026 16:50 WIB
Legislator Barsel dorong pemkab cari solusi hadapi tantangan pemangkasan anggaran
22 April 2026 17:10 WIB
Festival Daren Kanderang Tingang sarana pelestarian budaya dan penguatan UMKM
18 April 2026 15:56 WIB
Terpopuler - Barito Selatan
Lihat Juga
Legislator Barsel sarankan pemkab rampungkan dua regulasi landasan penentuan WPR
04 May 2026 21:48 WIB