Barito Utara Alokasikan 324 PLTS Untuk Pedalaman
Kamis, 14 Januari 2016 14:53 WIB
Ilustrasi - PLTS (ANTARA)
Muara Teweh (Antara Kalteng) - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah mengalokasikan pengadaan 324 unit pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) pada 2016 untuk sejumlah kecamatan di pedalaman daerah itu.
"Ratusan PLTS itu akan diberikan kepada warga pada sejumlah desa di pedalaman," kata Kepala Bidang Energi pada Dinas Pertambangan dan Energi Barito Utara, Sarwo Mulyo di Muara Teweh, Kamis.
Dia mengatakan saat ini ada ribuan warga yang tinggal di desa terpencil di sembilan kecamatan membutuhkan banyak PLTS karena belum tersedianya jaringan listrik dari PLN.
Kebutuhan PLTS di daerah itu masih sangat tinggi mengingat masih banyak warga di sembilan kecamatan masih belum menikmati energi listrik baik dari PLN maupun listrik desa yang hingga akhir 2015 mencapai 16.702 kepala keluarga.
"Kami bersyukur alokasi PLTS tahun ini disetujui sesuai usulan sebanyak 324 unit, sedangkan desa yang bakal menerima akan dibuat melalui surat keputusan (SK) Bupati barito Utara," katanya didampingi Kepala Seksi Listrik, Suriadi Musa.
Sarwo menjelaskan untuk tahun 2015, pihaknya telah mendistribusikan sebanyak 133 unit PLTS untuk Desa Jamut Kecamatan Teweh Timur, sedangkan melalui APBD Provinsi Kalteng diberikan 134 unit yakni untuk Desa Linon Besi I Kecamatan Gunung Purei 60 unit dan Desa Datai Nirui Kecamatan Teweh Tengah 74 unit.
Pada tahun 2014 pihaknya telah menyalurkan 95 unit PLTS untuk Desa Lampeong II Kecamatan Gunung Purei.
Tahun 2013 juga telah disalurkan 300 unit PLTS untuk tiga desa di wilayah Kecamatan Teweh Timur yakni Desa Sei Liju 146 unit dan Dusun Malateken 66 unit serta Kecamatan Gunung Timang di Desa Pelari 88 unit.
"Sedangkan pada 2012 disalurkan 300 unit PLTS untuk tiga desa di wilayah Kecamatan Lahei yakni desa Rahaden 150 unit, Bengahon 10 unit dan Hurung Enef 50 unit," jelas dia.
Program PLTS sudah dilakukan sejak 2006 dan hingga 2015 sudah terpasang sekitar 500-an unit di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Teweh Tengah, Gunung Timang, Lahei, Montallat, Teweh Timur dan Gunung Purei.
"Ratusan unit itu dipasang untuk rumah tangga, fasilitas pendidikan dan kesehatan di desa terpencil," katanya.
Satu unit PLTS berupa "solar cell" berkapasitas 50 watt, aki kering 70 ampere, kotak regulator otomatis, dan lampu neon DC 12 volt.
Saat ini, Kecamatan yang belum menikmati listrik dari PLN hanya Kecamatan Gunung Purei.
"Hingga saat ini listrik dari PLN maupun listrik desa hanya menjangkau rumah warga yang tinggal di ibukota kecamatan, sedangkan masyarakat di pedalaman masih banyak yang belum menikmati listrik," katanya.
"Ratusan PLTS itu akan diberikan kepada warga pada sejumlah desa di pedalaman," kata Kepala Bidang Energi pada Dinas Pertambangan dan Energi Barito Utara, Sarwo Mulyo di Muara Teweh, Kamis.
Dia mengatakan saat ini ada ribuan warga yang tinggal di desa terpencil di sembilan kecamatan membutuhkan banyak PLTS karena belum tersedianya jaringan listrik dari PLN.
Kebutuhan PLTS di daerah itu masih sangat tinggi mengingat masih banyak warga di sembilan kecamatan masih belum menikmati energi listrik baik dari PLN maupun listrik desa yang hingga akhir 2015 mencapai 16.702 kepala keluarga.
"Kami bersyukur alokasi PLTS tahun ini disetujui sesuai usulan sebanyak 324 unit, sedangkan desa yang bakal menerima akan dibuat melalui surat keputusan (SK) Bupati barito Utara," katanya didampingi Kepala Seksi Listrik, Suriadi Musa.
Sarwo menjelaskan untuk tahun 2015, pihaknya telah mendistribusikan sebanyak 133 unit PLTS untuk Desa Jamut Kecamatan Teweh Timur, sedangkan melalui APBD Provinsi Kalteng diberikan 134 unit yakni untuk Desa Linon Besi I Kecamatan Gunung Purei 60 unit dan Desa Datai Nirui Kecamatan Teweh Tengah 74 unit.
Pada tahun 2014 pihaknya telah menyalurkan 95 unit PLTS untuk Desa Lampeong II Kecamatan Gunung Purei.
Tahun 2013 juga telah disalurkan 300 unit PLTS untuk tiga desa di wilayah Kecamatan Teweh Timur yakni Desa Sei Liju 146 unit dan Dusun Malateken 66 unit serta Kecamatan Gunung Timang di Desa Pelari 88 unit.
"Sedangkan pada 2012 disalurkan 300 unit PLTS untuk tiga desa di wilayah Kecamatan Lahei yakni desa Rahaden 150 unit, Bengahon 10 unit dan Hurung Enef 50 unit," jelas dia.
Program PLTS sudah dilakukan sejak 2006 dan hingga 2015 sudah terpasang sekitar 500-an unit di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Teweh Tengah, Gunung Timang, Lahei, Montallat, Teweh Timur dan Gunung Purei.
"Ratusan unit itu dipasang untuk rumah tangga, fasilitas pendidikan dan kesehatan di desa terpencil," katanya.
Satu unit PLTS berupa "solar cell" berkapasitas 50 watt, aki kering 70 ampere, kotak regulator otomatis, dan lampu neon DC 12 volt.
Saat ini, Kecamatan yang belum menikmati listrik dari PLN hanya Kecamatan Gunung Purei.
"Hingga saat ini listrik dari PLN maupun listrik desa hanya menjangkau rumah warga yang tinggal di ibukota kecamatan, sedangkan masyarakat di pedalaman masih banyak yang belum menikmati listrik," katanya.
Pewarta : Kasriadi
Editor : Zaenal A.
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden resmikan 47 PLTS, 5.383 rumah tangga di wilayah 3T kini nikmati listrik
28 June 2025 9:36 WIB
Terpopuler - Barito Utara
Lihat Juga
Muncul akun WA palsu catut nama pejabat Barito Utara, masyarakat diminta waspada
07 May 2026 21:24 WIB