Kendaraan yang Beroperasi Gunakan Plat KH, Ini Peringatan Gubernur Kalteng
Selasa, 22 November 2016 9:58 WIB
Gubernur Kalteng Sugianto Sabran berbincang-bincang dengan sejumlah supir truk pengangkut CPO di Tersus Dermaga Beringin Kota Palangka Raya, Senin sore. (Foto Antara Kalteng/Jaya WM)
Palangka Raya (Antara Kalteng) - Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran kembali mengingatkan seluruh perusahaan besar swasta yang beroperasi di provinsi setempat untuk menggunakan kendaraan berplat nomor polisi KH (Kalteng).
Saat mengunjungi terminal khusus Dermaga Beringin yang menjadi tempat pendistribusian CPO sejumlah perkebunan besar swasta (PBS) kelapa sawit ternyata masih banyak ditemukan kendaraan yang menggunakan plat non KH, kata Sugianto di Palangka Raya, Senin sore.
"Kita tidak ingin mempersulit pengusaha, tapi pengalihan kendaraan dari plat bukan KH menjadi KH wajib dilaksanakan. Itu kita lakukan agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalteng semakin meningkat," tambahnya.
Orang nomor satu di pemerintah provinsi berjuluk "Bumi Tambun Bungai/Bumi Pancasila" itu, Senin (21/11) sore, melakukan inspeksi mendadak ke Dermaga Beringin Kota Palangka Raya, dan menemukan banyak kendaraan non KH.
Mantan anggota DPR RI periode 2009-2014 ini juga sempat berbincang-bincang dengan sejumlah sopir truk pengangkut CPO. Dalam perbincangan tersebut, para sopir mengeluhkan sejumlah ruas jalan dari Kabupaten Gunung Mas menuju Kota Palangka Raya rusak, sehingga mengganggu pengangkutan CPO.
"Saya sampaikan kepada para sopir, perbaikan infrastruktur jalan tersebut kewenangan Pemerintah Pusat. Tapi, kita akan berupaya agar perbaikan infrastruktur terus ditingkatkan. Itu kenapa kendaraan plat bukan KH harus dialihkan ke KH," beber Sugianto.
Saat sidak tersebut, Gubernur Kalteng itu mengingatkan para sopir kendaraan pengangkut CPO agar tidak menggunakan narkoba maupun minum-minuman beralkohol. Sebab, penggunaan narkoba maupun minuman beralkohol merugikan kesehatan maupun perekonomian keluarga.
Dia mengaku sering mendapat informasi bahwa penggunaan narkoba akan semakin meningkatkan semangat dan kuat bekerja. Namun, informasi tersebut sama sekali tidak benar dan justru membuat ketergantungan yang mengharuskan terus menerus membeli narkoba.
"Kalaupun semakin kuat bekerja, tapi kan tetap saja harus menggunakan narkoba lagi agar tetap kuat. Kita banyak mendapatkan uang, tapi uangnya untuk beli narkoba, ya sama saja. Saya minta jangan gunakan narkoba dengan alasan apapun," kata Sugianto mengakhiri sidaknya.
Saat mengunjungi terminal khusus Dermaga Beringin yang menjadi tempat pendistribusian CPO sejumlah perkebunan besar swasta (PBS) kelapa sawit ternyata masih banyak ditemukan kendaraan yang menggunakan plat non KH, kata Sugianto di Palangka Raya, Senin sore.
"Kita tidak ingin mempersulit pengusaha, tapi pengalihan kendaraan dari plat bukan KH menjadi KH wajib dilaksanakan. Itu kita lakukan agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalteng semakin meningkat," tambahnya.
Orang nomor satu di pemerintah provinsi berjuluk "Bumi Tambun Bungai/Bumi Pancasila" itu, Senin (21/11) sore, melakukan inspeksi mendadak ke Dermaga Beringin Kota Palangka Raya, dan menemukan banyak kendaraan non KH.
Mantan anggota DPR RI periode 2009-2014 ini juga sempat berbincang-bincang dengan sejumlah sopir truk pengangkut CPO. Dalam perbincangan tersebut, para sopir mengeluhkan sejumlah ruas jalan dari Kabupaten Gunung Mas menuju Kota Palangka Raya rusak, sehingga mengganggu pengangkutan CPO.
"Saya sampaikan kepada para sopir, perbaikan infrastruktur jalan tersebut kewenangan Pemerintah Pusat. Tapi, kita akan berupaya agar perbaikan infrastruktur terus ditingkatkan. Itu kenapa kendaraan plat bukan KH harus dialihkan ke KH," beber Sugianto.
Saat sidak tersebut, Gubernur Kalteng itu mengingatkan para sopir kendaraan pengangkut CPO agar tidak menggunakan narkoba maupun minum-minuman beralkohol. Sebab, penggunaan narkoba maupun minuman beralkohol merugikan kesehatan maupun perekonomian keluarga.
Dia mengaku sering mendapat informasi bahwa penggunaan narkoba akan semakin meningkatkan semangat dan kuat bekerja. Namun, informasi tersebut sama sekali tidak benar dan justru membuat ketergantungan yang mengharuskan terus menerus membeli narkoba.
"Kalaupun semakin kuat bekerja, tapi kan tetap saja harus menggunakan narkoba lagi agar tetap kuat. Kita banyak mendapatkan uang, tapi uangnya untuk beli narkoba, ya sama saja. Saya minta jangan gunakan narkoba dengan alasan apapun," kata Sugianto mengakhiri sidaknya.
Pewarta : Jaya Wirawana Manurung
Editor : Zaenal A.
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Prov. Kalimantan Tengah
Lihat Juga
Aduan Kartu Huma Betang Sejahtera, pelaporan diharap beserta data bukan hanya asumsi
29 March 2026 22:15 WIB
Mahasiswa jadi stafsus, Gubernur Kalteng beri ruang generasi muda kawal pembangunan
29 March 2026 21:36 WIB
Kartu Huma Betang Sejahtera, bantuan terintegrasi pacu perekonomian masyarakat
26 March 2026 14:33 WIB