Palangka Raya (Antara Kalteng) - Badan Narkotika Nasional Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah berupaya meningkatkan pemahaman tentang Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba kepada sejumlah tokoh lintas agama.

"Peserta pada hari ini ada puluhan yang terdiri dari sejumlah tokoh agama seperti tokoh agama Islam, Katolik, Protestan maupun Hindu yang ada di kota ini," kata Kepala BNNK Palangka Raya, Soedja`i di Palangka Raya, Senin.

Acara yang bertajuk Asistensi Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba Kepada Tokoh-tokoh Agama di Kota Palangka Raya itu dihadiri Kepala BNNP Kalteng, Kombes Pol Sumirat Dwiyanto dan Kepala Kemenag "Kota Cantik" Palangka Raya, Baihaqi.

Sumirat yang juga bertindak sebagai pemateri meminta para tokoh agama sebagai sentral pendidikan spiritual masyarakat seagamanya semakin aktif dalam melaksanakan program P4GN di lingkungan tempat tinggal maupun terhadap para jamaahnya.

Di depan puluhan tokoh lintas agama dia menekankan dalam melaksanakan program P4GN menekankan pada titik pencegahan yang dinilai menjadi kunci utama mengantisipasi penyebaran barang haram itu.

Dia mengatakan, penyebaran berbagai jenis narkoba di Indonesia termasuk di Provinsi berjuluk "Bumi Tambun Bungai" dan "Bumi Pancasila" ini semakin mencemaskan bahkan telah menjadi ancaman terhadap keberlangsungan kehidupan masyarakat terutama di kalangan generasi muda.

"Dari hasil penelitian BNN beberapa waktu lalau, diketahui dari seluruh jumlah penduduk Indonesia yang terpapar narkoba 2,2 persen. Sementara untuk Kalteng data terakhir menunjukkan sebanyak 35 ribu lebih telah terpapar narkoba," katanya.

Dia mengajak masyarakat semakin serius membantu pencegahan, pemberantasan, penyebaran dan penyalahgunaan narkoba di daerah ini, minimal dalam lingkup keluarga dan lingkungan tempat tinggal.

"Kami juga meminta peran aktif masyarakat melaporkan kepasa BNNP atau pun BNNK jika melihat aktivitas mencurigakan. Beberapa pengungkapan kasus narkoba berawal dari laporan masyarakat. Jangan takut melapor karena identitas akan kami rahasiakan," katanya. 

Pewarta : Rendhik Andika
Uploader : Ronny
Copyright © ANTARA 2024