Kalteng Diingatkan Tidak Bergantung Minerba Dan Hutan
Rabu, 15 Februari 2017 1:57 WIB
Rapat terbatas dengan Presiden serta sejumlah Menteri di Kantor Presiden, Selasa (14/2/17) Ist
Palangka Raya (Antara Kalteng) - Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran mengakui Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas mengingatkan agar provinsi yang dipimpinnya tidak terlalu bergantung dengan eksploitasi mineral dan batubara serta hutan karena bisa habis suatu waktu.
"Presiden menginginkan di Provinsi Kalteng perlu dikembangkan potensi ekonomi yang belum tersentuh agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dan berkelanjutan," kata Sugianto usai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden serta sejumlah Menteri di Kantor Presiden, Selasa.
Menurut dia Presiden juga menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur transportasi di Kalteng agar membuka keterisolasian sekaligus dapat menurunkan biaya logistik di sejumlah daerah.
Mengenai pembangunan infrastruktur transportasi di Kalteng, Presiden juga sempat mengingatkan agar terintegrasi dengan Pulau Kalimantan lain dan tetap memperhatikan aspek tata ruang serta lingkungan hidup.
Sugianto mengatakan dirinya sempat ditanya apakah program sudah berjalan sesuai rencana, serta berbagai hambatan atau kendala yang dihadapi. Setelah disampaikan beberapa kendala yang dihadapi dapat secepatnya diselesaikan agar bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Rapat terbatas ini kan membahas evaluasi pelaksanaan proyek strategis nasional dan program prioritas di Kalteng. Kita menyampaikan beberapa point untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya bidang infrastruktur guna membangun ekonomi kawasan," kata Sugianto.
Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas mengatakan Kalteng sesungguhnya kaya sumber daya mineral serta hasil perkebunan dan kehutanan. Namun di sisi lain, daerah tersebut terkena dampak paling besar dari penurunan harga komoditas di pasar global.
"Ini artinya melambatnya perekonomian global jelas memberikan dampak signifikan pada perekonomian di daerah," ucapnya.
Meski demikian, di balik penurunan harga komoditas tersebut sesungguhnya terdapat peluang besar yang bisa dimanfaatkan.
Menurut Presiden, inilah momentum yang tepat untuk mulai mengembangkan industri hilir guna memberikan nilai tambah dari komoditas yang dimiliki.
"Kalteng perlu mengembangkan potensi ekonomi yang belum tersentuh agar tidak bergantung pada eksploitasi Minerba dan kekayaan hutannya yang pada suatu saat akan habis," kata Jokowi.
"Presiden menginginkan di Provinsi Kalteng perlu dikembangkan potensi ekonomi yang belum tersentuh agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dan berkelanjutan," kata Sugianto usai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden serta sejumlah Menteri di Kantor Presiden, Selasa.
Menurut dia Presiden juga menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur transportasi di Kalteng agar membuka keterisolasian sekaligus dapat menurunkan biaya logistik di sejumlah daerah.
Mengenai pembangunan infrastruktur transportasi di Kalteng, Presiden juga sempat mengingatkan agar terintegrasi dengan Pulau Kalimantan lain dan tetap memperhatikan aspek tata ruang serta lingkungan hidup.
Sugianto mengatakan dirinya sempat ditanya apakah program sudah berjalan sesuai rencana, serta berbagai hambatan atau kendala yang dihadapi. Setelah disampaikan beberapa kendala yang dihadapi dapat secepatnya diselesaikan agar bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Rapat terbatas ini kan membahas evaluasi pelaksanaan proyek strategis nasional dan program prioritas di Kalteng. Kita menyampaikan beberapa point untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya bidang infrastruktur guna membangun ekonomi kawasan," kata Sugianto.
Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas mengatakan Kalteng sesungguhnya kaya sumber daya mineral serta hasil perkebunan dan kehutanan. Namun di sisi lain, daerah tersebut terkena dampak paling besar dari penurunan harga komoditas di pasar global.
"Ini artinya melambatnya perekonomian global jelas memberikan dampak signifikan pada perekonomian di daerah," ucapnya.
Meski demikian, di balik penurunan harga komoditas tersebut sesungguhnya terdapat peluang besar yang bisa dimanfaatkan.
Menurut Presiden, inilah momentum yang tepat untuk mulai mengembangkan industri hilir guna memberikan nilai tambah dari komoditas yang dimiliki.
"Kalteng perlu mengembangkan potensi ekonomi yang belum tersentuh agar tidak bergantung pada eksploitasi Minerba dan kekayaan hutannya yang pada suatu saat akan habis," kata Jokowi.
Pewarta : Jaya Wirawana Manurung
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PLN Dukung konversi kendaraan listrik di Kalimantan Selatan dorong kemandirian energi
02 April 2026 17:49 WIB
Terpopuler - Prov. Kalimantan Tengah
Lihat Juga
Kapolda Kalteng tinjau pengamanan Paskah di Palangka Raya, pastikan ibadah aman
05 April 2026 20:33 WIB
Temui Parlemen Inggris, Gubernur Kalteng pererat hubungan antarbangsa hingga peluang kerjasama
02 April 2026 12:44 WIB