Pemkab Barut mulai bangun Pasar Tumpung Laung
Rabu, 1 Agustus 2018 10:43 WIB
Sejumlah pekerja mulai membangun pasar mingguan berkonstruksi baja di Kelurahan Tumpung Laung Kecamatan Montallat, Rabu.(Ist)
Muara Teweh (Antaraews Kalteng) - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, mulai membangun pasar mingguan di Kelurahan Tumpung Laung Kecamatan Montallat dengan anggaran senilai Rp6 miliar.
"Pembangunan Pasar Tumpung Laung berukuran 50 meter kali 30 meter ini menggunakan dana pemerintah pusat," kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Barito Utara (Barut) Hajrannor di Muara Teweh, Rabu.
Menurut Hajrannor, pasar mingguan setiap hari Senin ini bentuk atau konstruksi bangunannya berupa tiang baja, sama dengan pasar mingguan Pasar Darmaga Muara Teweh.
Lokasi pasar yang baru ini berada di satu kawasan dengan pasar mingguan Kelurahan Tumpung Laung sekarang seluas dua hektare di Darat Timbuk II yang dibangun tahun 2015 dan baru difungsikan tahun 2017.
"Saat ini pekerjaan sudah dimulai oleh pihak rekanan pemenang lelang," katanya.
Hajrannor menjelaskan saat ini pasar mingguan di Kelurahan Tumpung Laung ada dua lokasi yakni lokasi pertama pasar lama yang masih difungsikan di pinggiran Sungai Barito, karena dinilai sudah tidak mampu lagi menampung pedagang dan sebagian lokasi sudah kena abrasi sehingga tidak bisa dikembangkan atau diperbaiki lagi.
Kemudian untuk mengembangkan pasar desa itu pemerintah Kabupaten Barito Utara membangun pasar tahun 2015 lalu sebanyak lima los pasar, namun masih juga tidak mampu menampung pedagang yang jumlahnya mencapai 300-an pedagang dan sudah dilengkapi kamar kecil (WC).
"Kami harapkan dengan adanya pasar baru nanti dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat yang ditargetkan selesai akhir tahun 2018," ujar Hajrannor.
"Pembangunan Pasar Tumpung Laung berukuran 50 meter kali 30 meter ini menggunakan dana pemerintah pusat," kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Barito Utara (Barut) Hajrannor di Muara Teweh, Rabu.
Menurut Hajrannor, pasar mingguan setiap hari Senin ini bentuk atau konstruksi bangunannya berupa tiang baja, sama dengan pasar mingguan Pasar Darmaga Muara Teweh.
Lokasi pasar yang baru ini berada di satu kawasan dengan pasar mingguan Kelurahan Tumpung Laung sekarang seluas dua hektare di Darat Timbuk II yang dibangun tahun 2015 dan baru difungsikan tahun 2017.
"Saat ini pekerjaan sudah dimulai oleh pihak rekanan pemenang lelang," katanya.
Hajrannor menjelaskan saat ini pasar mingguan di Kelurahan Tumpung Laung ada dua lokasi yakni lokasi pertama pasar lama yang masih difungsikan di pinggiran Sungai Barito, karena dinilai sudah tidak mampu lagi menampung pedagang dan sebagian lokasi sudah kena abrasi sehingga tidak bisa dikembangkan atau diperbaiki lagi.
Kemudian untuk mengembangkan pasar desa itu pemerintah Kabupaten Barito Utara membangun pasar tahun 2015 lalu sebanyak lima los pasar, namun masih juga tidak mampu menampung pedagang yang jumlahnya mencapai 300-an pedagang dan sudah dilengkapi kamar kecil (WC).
"Kami harapkan dengan adanya pasar baru nanti dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat yang ditargetkan selesai akhir tahun 2018," ujar Hajrannor.
Pewarta : Kasriadi
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bupati Barut perintahkan percepat finalisasi desain tiga jembatan strategis
22 January 2026 17:28 WIB
Bupati Barut pastikan pembangunan infrastruktur di Teweh Selatan--Montallat sesuai rencana
14 January 2026 9:01 WIB
Kunjungi pabrik baja, Shalahuddin memastikan material jembatan penuhi standar teknis
07 November 2025 18:02 WIB
Pemkab Barito Utara lanjutkan pembangunan Jembatan Tumpung Laung-Sikan
05 April 2023 14:14 WIB, 2023
Tuntas pembangunan Jembatan Sikan, Nadalsyah harapkan bantuan pihak ketiga
01 June 2022 17:15 WIB, 2022
Terpopuler - Barito Utara
Lihat Juga
Pemkab Barut perkuat ekonomi kerakyatan dukung RAT Koperasi Kelurahan Merah Putih Lanjas
29 January 2026 16:42 WIB
Kunjungi Dekranasda Jakarta, Ketua PKK Barut tingkatkan UMKM dan produk kerajinan daerah
29 January 2026 8:38 WIB
Pemkab Barut tekankan peran TBBR dalam pelestarian adat dan pembangunan daerah
26 January 2026 16:28 WIB