Kota Muara Teweh dan sekitarnya diguncang gempa 3,5 SR
Kamis, 31 Januari 2019 12:58 WIB
Sejumlah pegawai di Sekretariat DPRD Barito Utara berhamburan keluar akibat merasa guncangan gempa bumi di Muara Teweh, Kamis. (Jurnalisme warga)
Muara Teweh (Antaranews Kalteng)- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat wilayah Kota Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, diguncang gempa berkekuatan 3,5 skala Richter (SR) pada Kamis, 31 Januari 2019 sekitar pukul 9.38 WIB.
"Sesuai informasi dari MBKG-BKB (Station Geofisika Balikpapan, Kalimantan Timur) yang kami terima menyebutkan gempa bumi ini diduga akibat sesar (patahan)," kata Kepala BMKG Barito Utara Sudarmono melalui Kepala Kelompok Teknisi Sunardi di Muara Teweh, Kamis.
Menurut Sunardi, hasil analisis BMKG menunjukan lokasi gempa berada di 0.83 Lintang Selatan dan 114.88 Bujur Timur atau tepatnya berada pada jarak 12 kilometer sebelah Utara kota Muara Teweh dengan kedalaman 10 kilometer.
Gempa ini dirasakan warga selain di Muara Teweh juga di sejumlah tempat lainnya diantaranya Kelurahan Jambu dan Jingah Kecamatan Teweh Baru, sampai Dusun Transbandep Kecamatan Teweh Selatan.
"Di daerah ini, guncangan gempa bumi dilaporkan dirasakan oleh banyak orang atau beberapa orang, bahkan beberapa warga ada yang berhamburan keluar seperti sekolah dan kantor untuk menyelamatkan diri," ujar Sunardi.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, guncangan ini merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal.
"Terkait dengan peristiwa gempa bumi itu, hingga laporan ini, belum terjadi aktivitas gempa bumi susulan. Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti arahan BPBD dan BMKG," ucapnya.
Sunardi menjelaskan, BMKG Barito Utara memiliki alat deteksi gempa bumi dan tsunami atau Tsunami Early Warning System (TEWS). Alat ini, kata dia, berfungsi membantu BMKG memantau gempa dan tsunami yang terjadi di wilayah Pulau Kalimantan atau khususnya di sekitar laut Sulawesi.
"Alat ini hanya bersifat sensor, yang secara otomatis memberikan informasi kalau terjadi gempa kepada BMKG Pusat," tuturnya.
Meski diketahui secara umum bahwa Pulau Kalimantan selama ini dikenal aman dari gempa dan tsunami, fakta mencatat sejarah yang merupakan peristiwa langka telah terjadi di Kalimantan Tengah, khususnya Muara Teweh.
Kejadian gempa bumi di Kalimantan Tengah terjadi di Muara Teweh, bertepatan dengan Lebaran 2016. BMKG mencatat wilayah Muara Teweh Kabupaten Barito Utara dan Buntok Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, mengalami gempa bumi pada Rabu sekitar pukul 14.03 dengan kekuatan 4,5 SR.
Dari sejarah gempa bumi di Indonesia yang terjadi di Kalimantan selain di Muara Teweh dan wilayah Balikpapan (Laut Sulawesi), tercatat tiga kali berturut-turut peristiwa bencana gempa bumi di Tarakan, Kalimantan Utara, dan sekitarnya, yakni pada 19 April 1923, 13 April 1924, dan 14 Februari 1925, dengan kekuatan mencapai VIII skala MMI.
"Sesuai informasi dari MBKG-BKB (Station Geofisika Balikpapan, Kalimantan Timur) yang kami terima menyebutkan gempa bumi ini diduga akibat sesar (patahan)," kata Kepala BMKG Barito Utara Sudarmono melalui Kepala Kelompok Teknisi Sunardi di Muara Teweh, Kamis.
Menurut Sunardi, hasil analisis BMKG menunjukan lokasi gempa berada di 0.83 Lintang Selatan dan 114.88 Bujur Timur atau tepatnya berada pada jarak 12 kilometer sebelah Utara kota Muara Teweh dengan kedalaman 10 kilometer.
Gempa ini dirasakan warga selain di Muara Teweh juga di sejumlah tempat lainnya diantaranya Kelurahan Jambu dan Jingah Kecamatan Teweh Baru, sampai Dusun Transbandep Kecamatan Teweh Selatan.
"Di daerah ini, guncangan gempa bumi dilaporkan dirasakan oleh banyak orang atau beberapa orang, bahkan beberapa warga ada yang berhamburan keluar seperti sekolah dan kantor untuk menyelamatkan diri," ujar Sunardi.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, guncangan ini merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal.
"Terkait dengan peristiwa gempa bumi itu, hingga laporan ini, belum terjadi aktivitas gempa bumi susulan. Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti arahan BPBD dan BMKG," ucapnya.
Sunardi menjelaskan, BMKG Barito Utara memiliki alat deteksi gempa bumi dan tsunami atau Tsunami Early Warning System (TEWS). Alat ini, kata dia, berfungsi membantu BMKG memantau gempa dan tsunami yang terjadi di wilayah Pulau Kalimantan atau khususnya di sekitar laut Sulawesi.
"Alat ini hanya bersifat sensor, yang secara otomatis memberikan informasi kalau terjadi gempa kepada BMKG Pusat," tuturnya.
Meski diketahui secara umum bahwa Pulau Kalimantan selama ini dikenal aman dari gempa dan tsunami, fakta mencatat sejarah yang merupakan peristiwa langka telah terjadi di Kalimantan Tengah, khususnya Muara Teweh.
Kejadian gempa bumi di Kalimantan Tengah terjadi di Muara Teweh, bertepatan dengan Lebaran 2016. BMKG mencatat wilayah Muara Teweh Kabupaten Barito Utara dan Buntok Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, mengalami gempa bumi pada Rabu sekitar pukul 14.03 dengan kekuatan 4,5 SR.
Dari sejarah gempa bumi di Indonesia yang terjadi di Kalimantan selain di Muara Teweh dan wilayah Balikpapan (Laut Sulawesi), tercatat tiga kali berturut-turut peristiwa bencana gempa bumi di Tarakan, Kalimantan Utara, dan sekitarnya, yakni pada 19 April 1923, 13 April 1924, dan 14 Februari 1925, dengan kekuatan mencapai VIII skala MMI.
Pewarta : Kasriadi
Editor : Admin 1
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kunjungi RSUD Muara Teweh, Ketua PKK Barut dukung sinergi kesehatan masyarakat
09 February 2026 17:26 WIB
Sinergi perusahaan dan yayasan berbagi di Panti Asuhan Khoirunnas Muara Teweh
05 February 2026 10:07 WIB
Bupati Barut komitmen pengadaan tanah untuk pelebaran jalan dengan transparan
04 February 2026 17:08 WIB
Disnakertranskop UKM Barut komitmen tingkatkan SDM warga binaan Lapas Muara Teweh
01 February 2026 7:37 WIB
Lantik pejabat, Bupati Barut tekankan integritas dan pelayanan kepada masyarakat
30 January 2026 19:56 WIB
Terpopuler - Barito Utara
Lihat Juga
Legislator Barut: 100 hari kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati fokus kerja nyata
12 February 2026 20:27 WIB
Bupati Barito Utara tegaskan kapasitas fiskal daerah cukup biayai 11.12 Gaspol
12 February 2026 20:13 WIB
Bupati Barut dukung penguatan Posyandu melalui SMM PAMA Healthy Awards 2026
12 February 2026 7:51 WIB
Anggota DPRD Barut apresiasi bantuan digitalisasi pendidikan di SMPN 1 Benangin
11 February 2026 21:45 WIB