Kuala Kurun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah untuk pertama kalinya menggelar lomba dayung perahu naga atau dragon boat di Dam Sakata Juri Kuala Kurun.

“Sebelumnya di Gumas sering digelar lomba dayung, namun untuk dragon boat baru pertama kali dilaksanakan,” kata Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (DPKO) Gumas Yunika Simpei di Kuala Kurun, Jumat.

Sebenarnya sudah lama DPKO Gumas ingin menggelar lomba dayung dragon boat. Namun baru bisa direalisasikan saat ini, karena perahu yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) baru dimiliki.

Lomba ini diikuti tim dayung dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga pegawai di lingkup Pemkab Gumas dan BUMD. Awalnya ada 18 tim yang mendaftar, namun pada hari pelaksanaan ada dua tim mengundurkan diri, sehingga hanya menyisakan 16 tim.

16 tim ini akan bersaing merebut piala dan piagam penghargaan serta uang pembinaan. Untuk juara satu akan mendapat uang pembinaan sebesar Rp5 juta, juara dua Rp4 juta dan juara tiga Rp3 juta.

Asisten I Setda Gumas Ambo Jabar mengatakan, selain sebagai sarana bertanding, lomba dayung dragon boat digelar untuk mempromosikan Dam Sakata Juri kepada masyarakat.

Pihaknya meminta kepada DPKO Gumas, agar menggelar lomba dayung dragon boat di Dam Sakata Juri secara rutin. Hingga nantinya dam tersebut semakin dikenal oleh masyarakat.

"Dam Sakata Juri memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu objek wisata unggulan di Gumas dan menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD)," jelasnya.

Ambo menjelaskan, kabupaten bermotto Habangkalan Penyang Karuhei Tatau tersebut memiliki banyak potensi objek wisata. Hanya saja belum dipromosikan secara maksimal.

“Gumas memiliki banyak potensi wisata, namun belum dipromosikan secara maksimal. Perlu dukungan dari seluruh pihak termasuk masyarakat, agar bersedia mengunjungi objek wisata yang ada di Gumas,” demikian Ambo.

Pewarta : Chandra
Uploader : Admin 4
Copyright © ANTARA 2024