Pemkab ajak PKK Gumas berperan aktif wujudkan keluarga mandiri

id pemkab gunung mas, tp pkk gumas, sekda richard, bupati jaya s monong, mimie mariatie, kuala kurun, gumas, keluarga mandiri

Pemkab ajak PKK Gumas berperan aktif wujudkan keluarga mandiri

Sekda Gumas Richard, Ketua TP PKK kabupaten Mimie Mariatie Jaya S Monong dan lainnya berfoto bersama usai pembukaan rapat konsultasi di Kuala Kurun, Senin (6/5/2024). (ANTARA/HO-TP PKK Gumas)

Kuala Kurun (ANTARA) -
Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, mengajak Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) kabupaten setempat berperan aktif mewujudkan keluarga berdaya dan mandiri.
 
Upaya mewujudkan keluarga berdaya dan mandiri dapat tercapai melalui pelaksanaan 10 program pokok PKK, kata Bupati Gunung Mas Jaya S Monong melalui Sekretaris Daerah Richard saat membuka rapat konsultasi TP PKK kabupaten di Kuala Kurun, Senin.
 
“Dalam melaksanakan 10 program PKK hendaknya juga harus bisa bersinergi dengan instansi terkait,” sambung dia.
 
Sejauh ini TP PKK Gumas telah berperan dan ambil bagian dalam upaya mewujudkan keluarga berdaya dan mandiri, salah satunya adalah dengan mendukung program pemerintah dalam percepatan penurunan angka prevalensi stunting di kabupaten setempat.
 
Angka prevalensi stunting di Gumas mengalami penurunan, di mana berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 sebesar 17,9 persen dan berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 sebesar 12,9 persen.

Baca juga: Legislator Gumas dorong agenda olahraga dikelola berkelanjutan
 
Menurut dia, penurunan angka prevalensi stunting di kabupaten bermoto ‘Habangkalan Penyang Karuhei Tatau’ tak lepas dari peran aktif seluruh pihak, termasuk TP PKK mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa/kelurahan.
 
Oleh sebab itu, dia berharap TP PKK Gumas dapat mempertahankan bahkan meningkatkan peran aktif dalam keluarga berdaya dan mandiri, bersinergi dengan pemangku kepentingan lainnya.
 
Sementara itu, Ketua TP PKK Gumas Mimie Mariatie Jaya S Monong menyampaikan, rapat konsultasi bertujuan untuk merumuskan kebijakan serta program prioritas, yang akan dilaksanakan oleh organisasi tersebut ke depannya.
 
“Kiranya sepulang dari tempat ini kita dapat pulang ke tempat masing-masing dengan membawa bekal ilmu, sehingga sebagai pengurus TP PKK dan kader PKK dapat lebih semangat melaksanakan 10 program pokok PKK,” demikian Mimie.