Polisi butuh empat hari terbitkan surat tilang elektronik
Sabtu, 6 Juli 2019 19:48 WIB
Anggota Satlantas Polres Klaten memantau pengendara motor yang tidak menggunakan helm dari CCTV di Polres Klaten, Jawa Tengah, Senin (14/1/2019). Satlantas Polres Klaten mulai menerapkan sistem tilang elektronik atau Electronik Traffic Law Enforcement (ETLE) untuk memantau dan menindak lanjuti secara hukum bagi pelanggar lalu lintas. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc.
Jakarta (ANTARA) - Polisi memerlukan waktu hingga maksimal empat hari untuk menerbitkan surat tilang bagi para pelanggar sebagai tindak lanjut sistem tilang elektronik.
"Dari proses perekaman pelanggaran di kamera, hingga terbit surat tilang sekitar tiga hingga empat hari," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusuf di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat.
Yusuf menjelaskan surat tilang itu kemudian akan dikirimkan ke alamat yang tertera dalam Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) setelah sebelumnya surat konfirmasi dikirimkan terlebih dahulu beserta dokumen pelanggarannya.
"Jadi kami berikan surat konfirmasi, ada foto wajahnya, keterangannya hari apa, jam berapa yang terekam secara digital, sesuai alamat STNK kemudian mereka akan respon, kalau cocok langsung kami kirim surat tilang ke alamat tersebut," ujarnya.
Jika ternyata alamat di STNK berbeda dengan alamat asli, atau kendaraan tersebut telah berpindah tangan, Yusuf mengatakan masyarakat yang dikirim surat konfirmasi tersebut tinggal menanggapi hal itu.
"Itu khan ada konfirmasi dulu. Kalau salah tinggal tanggapi, suratnya balik. Kalau ada email khanenak, kalau ada nomor HP, tinggal kirim ulang," ucap Yusuf.
"Dari proses perekaman pelanggaran di kamera, hingga terbit surat tilang sekitar tiga hingga empat hari," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusuf di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat.
Yusuf menjelaskan surat tilang itu kemudian akan dikirimkan ke alamat yang tertera dalam Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) setelah sebelumnya surat konfirmasi dikirimkan terlebih dahulu beserta dokumen pelanggarannya.
"Jadi kami berikan surat konfirmasi, ada foto wajahnya, keterangannya hari apa, jam berapa yang terekam secara digital, sesuai alamat STNK kemudian mereka akan respon, kalau cocok langsung kami kirim surat tilang ke alamat tersebut," ujarnya.
Jika ternyata alamat di STNK berbeda dengan alamat asli, atau kendaraan tersebut telah berpindah tangan, Yusuf mengatakan masyarakat yang dikirim surat konfirmasi tersebut tinggal menanggapi hal itu.
"Itu khan ada konfirmasi dulu. Kalau salah tinggal tanggapi, suratnya balik. Kalau ada email khanenak, kalau ada nomor HP, tinggal kirim ulang," ucap Yusuf.
Pewarta : Ricky Prayoga
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Warga diminta waspadai penipuan berkedok surat tilang ETLE via whatsApp
23 November 2023 19:21 WIB, 2023
Tilang uji emisi dinilai jadi solusi jangka pendek atasi polusi udara
01 September 2023 15:15 WIB, 2023
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Polisi bongkar penyelundupan 1,7 Ton minyak tanah di NTT, pelaku terancam 6 tahun
17 March 2026 21:56 WIB
Pertamina: 90 SPBU di Kalimantan siap layani kebutuhan BBM periode mudik Lebaran
12 March 2026 5:23 WIB