Jakarta (ANTARA) - Produsen mobil asal Jerman BMW, pada Kamis (21/11) waktu setempat, telah memesan sel baterai kepada produsen di China, Kontemporer Amperex Technology Co dan Samsung SDI, senilai lebih dari 10 miliar euro.

Dikutip dari Reuters, Jumat, BMW telah menaikan jumlah pemesanan menjadi 7,3 miliar euro dari pemesanan awal yang diumumkan pada pertengahan 2018 senilai empat miliar euro. Kontrak itu pun berlanjut hingga 2031 dari kesepakatan awal hanya sampai 2020.

BMW juga mengaku telah menandatangani kontrak pasokan baterai dengan Samsung SDI senilai 2,9 miliar euro, berlaku mulai 2021 hingga 2031.

Baca juga: Cara kerja fitur parkir otomatis BMW 530i M Sport

Salah satu produsen otomotif besar di dunia itu mengatakan akan mendapatkan kobalt yang dibutuhkannya untuk memproduksi sel baterai dari pertambangan di Australia dan Maroko, serta menyediakannya untuk CATL dan Samsung SDI. Mereka juga akan mengambil lithium dari tambang di Australia.

BMW berencana memiliki setidaknya 25 model kendaraan masa depan hingga 2023, dengan lebih dari setengahnya adalah kendaraan listrik. Mereka mengharapkan angka penjualan kendaraan listrik berlipat ganda pada 2019 dan 2021.

Industri mobil Eropa mempromosikan mobil tanpa emisi sebagai cara untuk mematuhi aturan udara bersih. Perubahan strategi bisnis itu memaksa berbagai pembuat mobil untuk memperlengkapi kembali rantai pasokan mereka demi membuat kendaraan listrik dibanding mobil mesin pembakaran bensin.

Baca juga: Generasi mendatang dari BMW dan Jaguar Land Rover

Baca juga: BMW dan Jaguar Land Rover berkolaborasi kembangkan komponen mobil listrik

Baca juga: Harga mobil sport BWM terbaru capai Rp3,7 miliar

Pewarta : KR-CHA
Uploader : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2024