Seorang pelajar SMP temukan granat nanas
Sabtu, 11 Januari 2020 18:53 WIB
Tim Jimbom Detasemen Gegana Brimob Polda Sulsel bersiap mengevakuasi diduga granat jenis nanas yang dipasangi garis polisi saat berada di kantor Polsek Mariso, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (11/1/2020).
Makassar (ANTARA) - Salah seorang siswa SMP Katolik Makassar, Brian Jeremia menemukan diduga satu buah granat jenis nanas di depan sekolahnya jalan Belibis, Kelurahan Latte Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu.
Saat itu, Brian bersama rekannya sedang berada di luar sekolah tanpa sengaja melihat ada benda yang unik, karena penasaran ia kemudian memeriksa secara detail benda tersebut.
Beberapa temannya pun ikut memperhatikan, ternyata benda mencurigakan itu yang tertutup tanah dan mirip sebuah granat jenis nanas. Kerena itu dia bersama rekannya melaporkan ke pihak sekolah.
"Tadi lagi diluar sekolah tanpa sengaja ada benda seperti bentuk granat, setelah didekati ternyata betul mirip granat, lalu kami laporkan kepada Kepala Sekolah," ujar Brian.
Usai mendapat laporan dari siswanya, Kepala Sekolah SMP Khatolik Stefanus Lagadoni mengecek kebenaran temuan siswanya. Setelah melihat dan memeriksa benda tersebut, ia bersama beberapa orang dan siswanya mengambil lalu membawa ke kantor Polsek Mariso untuk diamankan.
"Sudah dibawa ke kantor polisi untuk diamankan. Meski katanya tidak aktif, kita lebih baik mengantisipasi jangan sampai ada hal yang tidak diinginkan," Tutut Stefanus.
Di juga melaporkan penemuan granat nanas itu kepada KA SPKT Polsek Mariso, untuk ditindaklanjuti kepada Kapolsek Mariso, Kompol Ahmad Yulias. Usai mendapatkan laporan dan barang bukti, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Sulsel guna proses identifikasi lebih lanjut.
Kanit 3 Jimbom Detasemen Gegana Brimob Polda, Iptu M Rusdi saaat tiba di Polsek Mariso, langsung berkoordiasi dengan Kapolsek Mariso untuk penanganan lebih lanjut dengan mengevakuasi granat tersebut sesuai dengan Standar Operasional Prosedur atau SOP.
Barang bukti granat jenis nanas itu kemudian dibawa ke Mako Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Sulsel untuk diamankan.
Saat itu, Brian bersama rekannya sedang berada di luar sekolah tanpa sengaja melihat ada benda yang unik, karena penasaran ia kemudian memeriksa secara detail benda tersebut.
Beberapa temannya pun ikut memperhatikan, ternyata benda mencurigakan itu yang tertutup tanah dan mirip sebuah granat jenis nanas. Kerena itu dia bersama rekannya melaporkan ke pihak sekolah.
"Tadi lagi diluar sekolah tanpa sengaja ada benda seperti bentuk granat, setelah didekati ternyata betul mirip granat, lalu kami laporkan kepada Kepala Sekolah," ujar Brian.
Usai mendapat laporan dari siswanya, Kepala Sekolah SMP Khatolik Stefanus Lagadoni mengecek kebenaran temuan siswanya. Setelah melihat dan memeriksa benda tersebut, ia bersama beberapa orang dan siswanya mengambil lalu membawa ke kantor Polsek Mariso untuk diamankan.
"Sudah dibawa ke kantor polisi untuk diamankan. Meski katanya tidak aktif, kita lebih baik mengantisipasi jangan sampai ada hal yang tidak diinginkan," Tutut Stefanus.
Di juga melaporkan penemuan granat nanas itu kepada KA SPKT Polsek Mariso, untuk ditindaklanjuti kepada Kapolsek Mariso, Kompol Ahmad Yulias. Usai mendapatkan laporan dan barang bukti, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Sulsel guna proses identifikasi lebih lanjut.
Kanit 3 Jimbom Detasemen Gegana Brimob Polda, Iptu M Rusdi saaat tiba di Polsek Mariso, langsung berkoordiasi dengan Kapolsek Mariso untuk penanganan lebih lanjut dengan mengevakuasi granat tersebut sesuai dengan Standar Operasional Prosedur atau SOP.
Barang bukti granat jenis nanas itu kemudian dibawa ke Mako Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Sulsel untuk diamankan.
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pelajar MAN Kapuas mendapat edukasi kehidupan dunia perguruan tinggi dari mahasiswa
26 January 2026 14:16 WIB
Inovasi AI pelajar RI bawa pulang emas IPITEx Thailand lewat alat pemantau tanah
14 January 2026 18:13 WIB
Prihatin pelajar terpapar radikalisme, akademisi Kotim desak Komdigi blokir game online
06 January 2026 18:44 WIB
Pegiat perlindungan anak sebut pelajar Kotim terpapar radikalisme jadi peringatan keras
06 January 2026 16:13 WIB
Prihatin pelajar terpapar radikalisme, DPRD Kotim tegaskan jadi perhatian serius
05 January 2026 19:04 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
AKBP Didik dicopot dari jabatan Kapolres Bima Kota terkait dugaan kasus narkoba
12 February 2026 17:22 WIB