Facebook sementara larang iklan masker
Minggu, 8 Maret 2020 14:46 WIB
Ilustrasi platform Facebook (Pixabay)
Jakarta (ANTARA) - Facebook untuk sementara waktu melarang iklan dan daftar dagang masker wajah medis di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap eksploitasi terkait virus corona.
“Kami sedang memantau COVID-19 dengan cermat dan akan membuat pembaruan yang diperlukan untuk kebijakan kami jika kami melihat orang-orang mencoba untuk mengeksploitasi keadaan darurat kesehatan masyarakat ini. Kami akan merilis perubahan ini beberapa hari mendatang,” cuit direktur produk Facebook Rob Leathern.
“Silakan laporkan jika Anda melihat iklan seperti itu muncul (sudut kanan atas iklan) dan tandai (tag) di sini juga agar tim kami bertindak,” dia melanjutkan dalam cuitannya lewat akun Twitter-nya @robleathern, Sabtu (7/3).
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan banyak orang yang telah memborong masker dan peralatan lain yang menyebabkan kekurangan alat pelindung bagi pekerja medis, yang menempatkan nyawa mereka dalam risiko besar tertular virus corona tersebut.
Sebelumnya, Facebook mengumumkan larangan iklan untuk produk medis yang secara keliru menyebut suatu barang dalam jumlah terbatas, dan promosi palsu “obat” atau metode pencegahan untuk COVID-19.
Baca juga: Karyawan kontrak Facebook di Seattle didiagnosis terjangkit corona
Baca juga: Facebook batasi pengunjung kantor karena virus corona
Selain itu, dikutip dari The Verge, Minggu, Facebook juga akan memblokir grup atau halaman bertema virus corona. Aturan tersebut juga berlaku untuk Instagram.
“Pembaruan: Kami melarang iklan dan daftar dagang yang menjual masker di Instagram dan Facebook. Persediaan terbatas, harga naik, dan kami menentang orang yang mengeksploitasi darurat kesehatan masyarakat ini. Kami akan mulai meluncurkan ini dalam beberapa hari ke depan,” cuit kepala Instagram, Adam Mosseri.
Facebook menutup salah satu kantornya di Seattle setelah seorang kontraktor di sana dinyatakan positif virus corona, dan meminta 5.000 karyawan perusahaan yang berbasis di Seattle itu untuk bekerja dari rumah hingga 31 Maret.
Facebook juga menutup kantornya di London sampai Senin (9/3) setelah seorang karyawan yang berkunjung dari Singapura didiagnosis terkena virus corona.
Sementara itu, eBay dan Amazon juga telah memperbarui aturan mereka seputar barang dagangan terkait virus corona. Dalam pemberitahuan kepada penjual, Jumat (6/3), eBay mengatakan mereka melarang semua penjualan masker, cairan pembersih tangan, dan tisu desinfektan dalam upaya untuk membendung persaingan harga.
Amazon telah menghapus daftar pihak ketiga yang secara signifikan menaikkan harga cairan pembersih tangan dan masker wajah.
“Kami sedang memantau COVID-19 dengan cermat dan akan membuat pembaruan yang diperlukan untuk kebijakan kami jika kami melihat orang-orang mencoba untuk mengeksploitasi keadaan darurat kesehatan masyarakat ini. Kami akan merilis perubahan ini beberapa hari mendatang,” cuit direktur produk Facebook Rob Leathern.
“Silakan laporkan jika Anda melihat iklan seperti itu muncul (sudut kanan atas iklan) dan tandai (tag) di sini juga agar tim kami bertindak,” dia melanjutkan dalam cuitannya lewat akun Twitter-nya @robleathern, Sabtu (7/3).
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan banyak orang yang telah memborong masker dan peralatan lain yang menyebabkan kekurangan alat pelindung bagi pekerja medis, yang menempatkan nyawa mereka dalam risiko besar tertular virus corona tersebut.
Sebelumnya, Facebook mengumumkan larangan iklan untuk produk medis yang secara keliru menyebut suatu barang dalam jumlah terbatas, dan promosi palsu “obat” atau metode pencegahan untuk COVID-19.
Baca juga: Karyawan kontrak Facebook di Seattle didiagnosis terjangkit corona
Baca juga: Facebook batasi pengunjung kantor karena virus corona
Selain itu, dikutip dari The Verge, Minggu, Facebook juga akan memblokir grup atau halaman bertema virus corona. Aturan tersebut juga berlaku untuk Instagram.
“Pembaruan: Kami melarang iklan dan daftar dagang yang menjual masker di Instagram dan Facebook. Persediaan terbatas, harga naik, dan kami menentang orang yang mengeksploitasi darurat kesehatan masyarakat ini. Kami akan mulai meluncurkan ini dalam beberapa hari ke depan,” cuit kepala Instagram, Adam Mosseri.
Facebook menutup salah satu kantornya di Seattle setelah seorang kontraktor di sana dinyatakan positif virus corona, dan meminta 5.000 karyawan perusahaan yang berbasis di Seattle itu untuk bekerja dari rumah hingga 31 Maret.
Facebook juga menutup kantornya di London sampai Senin (9/3) setelah seorang karyawan yang berkunjung dari Singapura didiagnosis terkena virus corona.
Sementara itu, eBay dan Amazon juga telah memperbarui aturan mereka seputar barang dagangan terkait virus corona. Dalam pemberitahuan kepada penjual, Jumat (6/3), eBay mengatakan mereka melarang semua penjualan masker, cairan pembersih tangan, dan tisu desinfektan dalam upaya untuk membendung persaingan harga.
Amazon telah menghapus daftar pihak ketiga yang secara signifikan menaikkan harga cairan pembersih tangan dan masker wajah.
Pewarta : Arindra Meodia
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Cegah ISPA, Pemko Palangka Raya diminta gencar sosialisasi penggunaan masker
24 September 2024 17:09 WIB, 2024
Disdik Palangka Raya anjurkan peserta didik gunakan masker di sekolah
23 September 2024 18:16 WIB, 2024
Minimalisir dampak asap, Dinkes Murung Raya bagikan masker kepada warga
07 October 2023 6:25 WIB, 2023
Terpopuler - Teknologi
Lihat Juga
Oppo uji coba sensor kamera depan 100 MP berbentuk persegi untuk ponsel terbaru
09 May 2026 0:29 WIB