Cek mandiri risiko terkena virus corona melalui layanan digital
Kamis, 19 Maret 2020 14:22 WIB
(Ki-ka) Co-founder Alodokter Suci Arumsari, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, VP Partnerships Alodokter Agustine Gunawan dan Staf Khusus Menteri Kesehatan Mayjen TNI dr. Daniel Tjen. (HO/Alodokter)
Jakarta (ANTARA) - Alodokter, perusahaan pengembang teknologi solusi kesehatan di Indonesia, meluncurkan sebuah layanan digital yang mampu melakukan pengujian mandiri risiko tertular virus Corona. Layanan ini dapat diakses secara gratis di http://bit.ly/Alodokter-cek-risiko-covid-19.
Layanan digital ini adalah teknologi chatbot yang mampu melakukan interaksi cepat dalam menjawab pertanyaan seputar virus Corona, sehingga memberikan kemudahan penyampaian informasi yang akurat dalam pengujian mandiri risiko tertular virus corona.
Sistem interaksi digital itu dikembangkan berdasarkan panduan dari Kementerian Kesehatan untuk memfasilitasi masyarakat dengan informasi yang dapat memberikan arahan dan edukasi terkait virus Corona.
Baca juga: Vaksin corona siap diuji ke manusia
"Kami juga mendukung program Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan mengembangkan teknologi sistem interaksi digital guna membantu masyarakat Indonesia mendapatkan gambaran jelas mengenai gejala-gejala dasar virus Corona yang mereka mungkin rasakan, sehingga dapat segera mengambil langkah terbaik," kata Suci Arumsari Co-Founder dan Director Alodokter, dalam siaran resmi.
Suci mengatakan layanan yang diaktifkan sejak pekan lalu ini sudah diakses lebih dari 900.000 pengguna di Indonesia.
Masyarakat juga dapat berkomunikasi langsung melalui teks dengan dokter umum maupun dokter spesialis di aplikasi melalui tautan yang disediakan pada layanan digital tersebut.
Baca juga: Akankah corona ganggu proses Pilkada 2020?
Baca juga: Pegawai swasta diliburkan selama 15 hari
Baca juga: Begini cara cegah virus corona terhadap orang tua
Layanan digital ini adalah teknologi chatbot yang mampu melakukan interaksi cepat dalam menjawab pertanyaan seputar virus Corona, sehingga memberikan kemudahan penyampaian informasi yang akurat dalam pengujian mandiri risiko tertular virus corona.
Sistem interaksi digital itu dikembangkan berdasarkan panduan dari Kementerian Kesehatan untuk memfasilitasi masyarakat dengan informasi yang dapat memberikan arahan dan edukasi terkait virus Corona.
Baca juga: Vaksin corona siap diuji ke manusia
"Kami juga mendukung program Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan mengembangkan teknologi sistem interaksi digital guna membantu masyarakat Indonesia mendapatkan gambaran jelas mengenai gejala-gejala dasar virus Corona yang mereka mungkin rasakan, sehingga dapat segera mengambil langkah terbaik," kata Suci Arumsari Co-Founder dan Director Alodokter, dalam siaran resmi.
Suci mengatakan layanan yang diaktifkan sejak pekan lalu ini sudah diakses lebih dari 900.000 pengguna di Indonesia.
Masyarakat juga dapat berkomunikasi langsung melalui teks dengan dokter umum maupun dokter spesialis di aplikasi melalui tautan yang disediakan pada layanan digital tersebut.
Baca juga: Akankah corona ganggu proses Pilkada 2020?
Baca juga: Pegawai swasta diliburkan selama 15 hari
Baca juga: Begini cara cegah virus corona terhadap orang tua
Pewarta : Nanien Yuniar
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dokter bagikan tips memakai baju bekas agar terhindar dari virus atau bakteri
31 October 2025 13:41 WIB
DPRD Palangka Raya dorong peningkatan edukasi kesehatan terkait virus HMPV
20 January 2025 14:58 WIB, 2025
Waspadai ancaman virus HMPV yang lebih rentan menjangkit lansia dan anak-anak
07 January 2025 11:32 WIB, 2025
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
PJB perlu ditangani sejak dini demi mencegah risiko komplikasi kelainan paru-paru
12 February 2026 16:28 WIB