PDP meninggal di RSUD Doris Sylvanus, hasil tes belum keluar
Kamis, 9 April 2020 10:47 WIB
Ilustrasi - Perawat mengenakan pakaian APD (Alat Pelindung Diri) baju hazmat (Hazardous Material) membawa pasien dalam pengawasan COVID-19 menuju kamar isolasi. ANTARA/Destyan Sujarwoko/am.
Palangka Raya (ANTARA) - Salah satu pasien dalam pengawasan (PDP) terkait COVID-19 yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Doris Sylvanus Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah telah meninggal.
Informasi tersebut telah dipastikan kebenarannya oleh pihak RSUD Doris Sylvanus saat dikonfirmasi ANTARA pada Kamis (9/4) pagi.
PDP yang meninggal berasal dari Kapuas dan belum diketahui penyebab kematiannya, apakah karena COVID-19 ataukah tidak, kata Kepala Bidang Diklit, Pengembangan dan Humas RSUD Doris Sylvanus dr Riza Syahputra saat dihubungi dari Palangka Raya.
"Hasil swab tes PDP tersebut masih belum keluar dan diperkirakan baru akan diketahui setelah beberapa hari kedepan," katanya.
PDP tersebut termasuk dalam klaster Gowa dan masuk dalam kategori lanjut usia. Menurut Riza PDP tersebut memiliki penyakit penyerta, sehingga usia maupun penyakit penyerta tersebut yang membuat kondisinya menjadi berat.
Jenazah PDP tersebut telah dikuburkan dini hari tadi di Palangka Raya. Penguburan dilakukan sesuai standar yang berlaku pada saat kondisi pandemi COVID-19, guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.
Informasi tersebut telah dipastikan kebenarannya oleh pihak RSUD Doris Sylvanus saat dikonfirmasi ANTARA pada Kamis (9/4) pagi.
PDP yang meninggal berasal dari Kapuas dan belum diketahui penyebab kematiannya, apakah karena COVID-19 ataukah tidak, kata Kepala Bidang Diklit, Pengembangan dan Humas RSUD Doris Sylvanus dr Riza Syahputra saat dihubungi dari Palangka Raya.
"Hasil swab tes PDP tersebut masih belum keluar dan diperkirakan baru akan diketahui setelah beberapa hari kedepan," katanya.
PDP tersebut termasuk dalam klaster Gowa dan masuk dalam kategori lanjut usia. Menurut Riza PDP tersebut memiliki penyakit penyerta, sehingga usia maupun penyakit penyerta tersebut yang membuat kondisinya menjadi berat.
Jenazah PDP tersebut telah dikuburkan dini hari tadi di Palangka Raya. Penguburan dilakukan sesuai standar yang berlaku pada saat kondisi pandemi COVID-19, guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.
Pewarta : Muhammad Arif Hidayat
Editor : Admin 4
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Berikut penjelasan RSUD Tamiang Layang terkait meninggalnya warga terkonfirmasi positif COVID-19
03 September 2022 21:42 WIB, 2022
Obat oral COVID-19 Pfizer untuk penggunaan darurat kantongi izin BPOM
23 August 2022 10:46 WIB, 2022
Pemberian dosis penguat kedua untuk nakes dinilai sebagai langkah tepat
31 July 2022 21:13 WIB, 2022