Merebus daging kambing bisa enyahkan aroma prengus?
Rabu, 29 Juli 2020 13:54 WIB
Ilustrasi - Santri Laskar Pelangi membungkus daging kurban menggunakan daun kayu jati di Yayasan PesantreneurshiPAY, Kampung Zaenal, Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (12/8/2019). (ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMI)
Jakarta (ANTARA) - Sebagian orang berpendapat merebus daging lalu membuang air rebusannya sebelum mengolahnya menjadi masakan bisa melenyapkan aroma prengusnya. Benarkah hal itu menurut chef?
President of Association of Culinary Professionals Chef Stefu Santoso mengatakan, sebenarnya bukan semata merebus dengan air tetapi juga sembari menambahkan rempah-rempah ke dalam rebusan.
"Daging kambing mempunyai aroma khusus karena berasal dari pakan atau makanan yang mereka konsumsi sewaktu hidup. Aromanya yang khas memang cukup kuat. Kalau mau mengurangi aroma tersebut harus dimasak dengan banyak rempah," kata Executive Chef Aprez Catering by Amuz Group itu melalui pesan elektroniknya belum lama ini.
Baca juga: Cara membuat daging kambing jadi 'Lamb Kofta'
Anda bisa merebus daging bersama jahe, sereh, cengkeh dan kayu manis, kemudian kembali memasaknya dengan rempah-rempah lagi.
"Kalo hanya direbus dengan air saja kemudian buang airnya disebut sebagai proses blanching," tutur Stefu.
Selain itu, sebaiknya memilih daging atau kambing yang usianya masih sangat muda. Untuk bisa melihat apakah kambing tersebut usianya muda atau tua, biasanya bisa terlihat dari ciri ciri fisik yang kambingnya masih agak kecil.
"Tapi yang pasti kita harus bertanya sama yang jual, karena kadang bentuk fisik kecil belum tentu usianya muda. Yang paling pasti adalah ditanya usianya," kata dia.
Baca juga: Membuat daging kurban jadi empuk ala chef
Selain aroma, Anda juga sebaiknya menerapkan teknik khusus agar daging empuk saat dikonsumsi, salah satunya membungkus daging dengan daun pepaya tetapi tidak boleh terlalu lama karena bisa membuat daging menjadi pahit.
"Biasanya bisa sekitar 30 menit hingga satu jam, dan ini tergantung usia daging juga. Kalau sudah tua akan keras," ujar Stefu.
Setelahnya, Anda bisa mengolahnya menjadi beragam masakan dan disarankan yang sifatnya wet cooking seperti gulai, sop, tongseng, tengkleng dan lainnya karena akan membuat daging menjadi lebih empuk
"Cara yang terbaik, dimasak dengan cara stewed atau wet cooking atau masak yang dalam jangka waktu tertentu dengan menggunakan rempah-rempah," demikian ujar Stefu.
Baca juga: Cara membuat gulai daging kacang merah gurih nan lezat
Baca juga: Resep olahan daging sapi ala Korea Jangjorim
Baca juga: Kesalahan yang sering terjadi saat cairkan daging beku
President of Association of Culinary Professionals Chef Stefu Santoso mengatakan, sebenarnya bukan semata merebus dengan air tetapi juga sembari menambahkan rempah-rempah ke dalam rebusan.
"Daging kambing mempunyai aroma khusus karena berasal dari pakan atau makanan yang mereka konsumsi sewaktu hidup. Aromanya yang khas memang cukup kuat. Kalau mau mengurangi aroma tersebut harus dimasak dengan banyak rempah," kata Executive Chef Aprez Catering by Amuz Group itu melalui pesan elektroniknya belum lama ini.
Baca juga: Cara membuat daging kambing jadi 'Lamb Kofta'
Anda bisa merebus daging bersama jahe, sereh, cengkeh dan kayu manis, kemudian kembali memasaknya dengan rempah-rempah lagi.
"Kalo hanya direbus dengan air saja kemudian buang airnya disebut sebagai proses blanching," tutur Stefu.
Selain itu, sebaiknya memilih daging atau kambing yang usianya masih sangat muda. Untuk bisa melihat apakah kambing tersebut usianya muda atau tua, biasanya bisa terlihat dari ciri ciri fisik yang kambingnya masih agak kecil.
"Tapi yang pasti kita harus bertanya sama yang jual, karena kadang bentuk fisik kecil belum tentu usianya muda. Yang paling pasti adalah ditanya usianya," kata dia.
Baca juga: Membuat daging kurban jadi empuk ala chef
Selain aroma, Anda juga sebaiknya menerapkan teknik khusus agar daging empuk saat dikonsumsi, salah satunya membungkus daging dengan daun pepaya tetapi tidak boleh terlalu lama karena bisa membuat daging menjadi pahit.
"Biasanya bisa sekitar 30 menit hingga satu jam, dan ini tergantung usia daging juga. Kalau sudah tua akan keras," ujar Stefu.
Setelahnya, Anda bisa mengolahnya menjadi beragam masakan dan disarankan yang sifatnya wet cooking seperti gulai, sop, tongseng, tengkleng dan lainnya karena akan membuat daging menjadi lebih empuk
"Cara yang terbaik, dimasak dengan cara stewed atau wet cooking atau masak yang dalam jangka waktu tertentu dengan menggunakan rempah-rempah," demikian ujar Stefu.
Baca juga: Cara membuat gulai daging kacang merah gurih nan lezat
Baca juga: Resep olahan daging sapi ala Korea Jangjorim
Baca juga: Kesalahan yang sering terjadi saat cairkan daging beku
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bank Kalteng kurban 109 sapi dan kambing rayakan Idul Adha bersama masyarakat
08 June 2025 17:07 WIB
Kambing Guling by Swiss-Bellhotel Danum bisa ke rumah atau tempat kerja?
22 April 2025 6:51 WIB, 2025
PT SLK rayakan Idul Adha bersama warga Gunung Mas, berikan kambing dan sapi
20 June 2024 13:42 WIB, 2024
Pemprov Kalteng salurkan ratusan kambing bantu pengembangan peternakan
09 November 2023 17:44 WIB, 2023
Legislator Gunung Mas harapkan Manuhing jadi sentra peternakan kambing
09 November 2023 16:03 WIB, 2023
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Reza Rahadian ungkap ketertarikan perankan film bertema sosial dan kemanusiaan
07 May 2026 19:14 WIB