Bermodalkan KIS, warga ini bersalin gratis
Rabu, 26 Agustus 2020 20:17 WIB
Foto Arsip - Nurmala (34) ketika menjalani rawat inap karena persalinan yang tidak dapat dilakukan secara normal secara gratis karena sudah dijamin peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di RSUD Muara Teweh, Kamis (9/4/2020).ANTARA/HO-BPJS Kesehatan Muara Teweh
Muara Teweh (ANTARA) - Dalam proses persalinan, kebanyakan orang tentu mengharapkan prosesnya dapat berjalan dengan lancar. Pada beberapa kasus dapat dilakukan secara normal namun juga tidak jarang harus ditempuh dengan jalan operasi. Masyarakat tidak mampu sering dihadapkan dengan kenyataan akan biaya pengobatan yang tinggi sedangkan penghasilan belum dapat memenuhi akan kehidupan sehari-hari.
Nurmala (34) harus menjalani rawat inap mendekati hari persalinannya dan berdasarkan hasil pemeriksaan USG, persalinannya tidak dapat dilakukan secara normal. Sebagai ibu rumah tangga dan suami yang bekerja sebagai buruh tentu menjadi sangat berat jika harus membayar biaya operasinya.
"Beberapa bulan sebelumnya memang ada pendarahan, langsung saya periksakan ternyata memang benar dari pemeriksaan dibilangnya Plasenta previa, modalnya saya kerumah sakit tak ada lagi selain kartu KIS," kata Nurmala di Muara Teweh. Kamis.
Plasenta previa adalah kondisi ketika ari-ari atau plasenta berada di bagian bawah rahim, sehingga menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir. Selain menutupi jalan lahir, plasenta previa dapat menyebabkan pendarahan hebat, baik sebelum maupun saat persalinan.
Nurmala besyukur karena Ia sekeluarga telah menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari segmen PBI APBD Barito Utara yang iurannya ditanggung oleh pemerintah daerah sejak 2015 silam.
“Jika harus membayar dengan uang pribadi mungkin tidak terbayang oleh saya untuk pergi ke rumah sakit, karena suami hanya sebagai buruh dan pendapatan hanya cukup memenuhi kehidupan sehari-hari. Saya ucapkan terima kasih atas bentuk kepedulian yang diberikan oleh pemerintah daerah dan masyarakat lainnya yang telah ikut dalam program ini," tuturnya.
Tak hanya gratis, pelayanan yang diberikan dari fasilitas kesehatan juga meyakinkan dirinya tidak ada perbedaan antara peserta JKN-KIS dengan pasien lainnya.
"Saya sudah merasakan langsung manfaatnya, pelayanan yang diberikan juga memuaskan, tidak ada membeda-bedakan, pengalaman ini akan kembali saya ceritakan kepada yang lainnya," kata Nurmala.
Nurmala (34) harus menjalani rawat inap mendekati hari persalinannya dan berdasarkan hasil pemeriksaan USG, persalinannya tidak dapat dilakukan secara normal. Sebagai ibu rumah tangga dan suami yang bekerja sebagai buruh tentu menjadi sangat berat jika harus membayar biaya operasinya.
"Beberapa bulan sebelumnya memang ada pendarahan, langsung saya periksakan ternyata memang benar dari pemeriksaan dibilangnya Plasenta previa, modalnya saya kerumah sakit tak ada lagi selain kartu KIS," kata Nurmala di Muara Teweh. Kamis.
Plasenta previa adalah kondisi ketika ari-ari atau plasenta berada di bagian bawah rahim, sehingga menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir. Selain menutupi jalan lahir, plasenta previa dapat menyebabkan pendarahan hebat, baik sebelum maupun saat persalinan.
Nurmala besyukur karena Ia sekeluarga telah menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari segmen PBI APBD Barito Utara yang iurannya ditanggung oleh pemerintah daerah sejak 2015 silam.
“Jika harus membayar dengan uang pribadi mungkin tidak terbayang oleh saya untuk pergi ke rumah sakit, karena suami hanya sebagai buruh dan pendapatan hanya cukup memenuhi kehidupan sehari-hari. Saya ucapkan terima kasih atas bentuk kepedulian yang diberikan oleh pemerintah daerah dan masyarakat lainnya yang telah ikut dalam program ini," tuturnya.
Tak hanya gratis, pelayanan yang diberikan dari fasilitas kesehatan juga meyakinkan dirinya tidak ada perbedaan antara peserta JKN-KIS dengan pasien lainnya.
"Saya sudah merasakan langsung manfaatnya, pelayanan yang diberikan juga memuaskan, tidak ada membeda-bedakan, pengalaman ini akan kembali saya ceritakan kepada yang lainnya," kata Nurmala.
Pewarta : Kasriadi
Editor : Admin 1
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bandara Tjilik Riwut: Bulan K3 momentum menjaga keberlanjutan budaya kerja aman
12 February 2026 16:07 WIB
Pemkab Kobar optimalkan program kesehatan lewat evaluasi UHC melibatkan masyarakat
12 February 2026 7:37 WIB
Kotawaringin Timur terpilih sebagai percontohan program Integrasi Layanan Primer
11 February 2026 16:59 WIB
Kunjungi RSUD Muara Teweh, Ketua PKK Barut dukung sinergi kesehatan masyarakat
09 February 2026 17:26 WIB
DPRD Pulang Pisau soroti pencabutan PBI BPJS Kesehatan beratkan masyarakat
09 February 2026 15:42 WIB
Terpopuler - Barito Utara
Lihat Juga
Legislator Barut: 100 hari kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati fokus kerja nyata
12 February 2026 20:27 WIB
Bupati Barito Utara tegaskan kapasitas fiskal daerah cukup biayai 11.12 Gaspol
12 February 2026 20:13 WIB
Bupati Barut dukung penguatan Posyandu melalui SMM PAMA Healthy Awards 2026
12 February 2026 7:51 WIB
DPRD Barut kunjungi Montallat II, pastikan realisasi anggaran tepat sasaran
11 February 2026 21:51 WIB